Virus Khilafah, Lebih Ganas daripada Virus Corona

Hasin Abdullah

29/01/2020

5
Min Read
Virus Khilafah, Lebih Ganas daripada Virus Corona
Virus Khilafah, Lebih Ganas daripada Virus Corona

On This Post

Belakangan ini, virus corona yang melanda negara China banyak memakan korban. Sehingga, virus itu dianggap salah satu motif dari ancaman kematian masyarakat. Namun, ada virus yang lebih berbahaya di negara negeri ini. Yaitu, virus khilafah sebagai sebuah virus yang memjerumuskan paham keislaman kita menjadi radikal dan ekstrem (keras).

Virus corona memang korbannya hanya masyarakat yang ada di China, tetapi kalau virus khilafah yang selama ini marajalela sudah mensistematisasi dalam setiap organisasi Islam di berbagai dunia, terutama di Indonesia, Di antaranya, yang melakukan produksi virus khilafah mulai dari HTI, FPI, Jamaah Islamiyah, Jamaah Ansarut Daulah, Al-Qaeda, ISIS dan organisasi lainnya.

Khilafah Islam adalah suatu sistem pemerintahan Islam yang pernah dipraktikkan Nabi Muhammad  SAW dengan menjunjung tinggi kedamaian, sedangkan virus khilafah merupakan paham Islam radikal-ekstrem yang merongrong pemerintahan yang sah, dan mengganggu keamanan negara Pancasila. Tanda-tandanya, munculnya tindak ujaran kebencian (hate speech), propaganda, dan narasi provokatif yang dominan intoleran.

Di Indonesia, khilafah justru dianggap sebuah virus, tetapi, bukan sistem dalam tatanan pemerintahan. Karena itu, berbahaya dan mengancam kepastian Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara. Bahkan, proses terimpornya virus khilafah yang datang dari Timur Tengah tersebut seolah-olah tidak ada itikad baik untuk menebar virus Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

Islam rahmatan lil ‘alamin, itu hadir mendorong moderasi beragama yang bisa meningkatkan perkembangan keislaman, dan keindonesiaan. Perspektif demikian sebagai sebuah proyeksi dan strategi baru (Islam moderat) di era pemerintahan Jokowi-Ma’ruf dalam upaya menangkal virus ideologis (khilafah) yang melekat dengan radikalisme dan ekstremisme atau istilah populer di masa Pandemi kita kenal virus khilafah.

Membongkar Virus Khilafah

Virus khilafah yang digaungkan oleh kelompok Islam radikal-ekstrem. Tentunya, hal ini bisa jadi lahan basah bagi mereka yang tidak bisa bertanggung jawab atas terbelahnya bangsa Indonesia. Andai saja, kalau kita terjemahkan secara politis, kelompok yang pro khilafah jelas-jelas hanya mengusung proyek atau isu dagangan yang tak pernah laris di kalangan umat.

Kelompok yang hendak mendirikan negara Islam jelas adalah bentuk industrialisasi virus khilafah. Dan virus itu kian merambah ke masjid-masjid, dan kampus-kampus negeri. Temuan ini sungguh menghawatirkan kita semua sebagai muslim yang tidak berkeinginan adanya negara khilafah/negara Islam. Sebab, khilafah hanya dimanfaatkan untuk kepentingan politis dengan cara menggunakan simbol-simbol agama.

Kamaruddin Khan misalnya, sebagaimana dikutip Ainur Rafiq dalam bukunya Membongkar Proyek Khilafah, dan dikutip lagi oleh Mujiburrahman, dkk (Khilafah Islamiyah: Catatan Kritis dari Aspek Teologis hingga Pendapat Para Ulama; 2) dengan sangat meyakinkan berkata, konsep negara sama sekali tidak ada dalam al-Qur’an. Meskipun term khalifah kerap dijumpai di dalamnya, namun tak sekalipun digunakan dalam pengertian politik.

Kepentingan politik kelompok Islam radikal memperlihatkan bahwa khilafah Islamiyah merupakan alat untuk berdemokrasi di Indonesia. Padahal, mereka-mereka itu menggangu eksistensi Pancasila dan demokrasi. Dalam konteks inilah, muncul perbedaan, bahwa jika virus khilafah lebih ganas dan masif dibanding virus corona yang baru-baru muncul.

Menurut hemat penulis, ada dua virus yang merajalela di negeri inii. Pertama, virus corona adalah virus biologis yang berdampak kepada terbunuhnya kesehatan seluruh masyarakat. Kedua, virus khilafah adalah virus ideologis yang fungsinya sengaja diciptakan oleh kelompok radikal ekstrem guna mematikan akal sehat dan cara pandang keberagamaan yang moderat, agar menjadi lebih ekstrem dan radikal. Sama-sama virus yang amat berbahaya bagi keselamatan seluruh masyarakat di penjuru Indonesia.

Situasi Pandemi ini, menjadi tantangan umat Islam pada umumnya, sehingga kita tidak hanya mewaspadai virus corona. Melainkan juga menjauh dari virus khilafah yang menganggu ideologi dan merusak tatanan pemerintahan yang didasarkan kepada demokrasi dan Pancasila. Islam sendiri memiliki keterkaitan dengan sistem dan dasar tersebut. Tujuannya adalah untuk mewujudkan kehidupan bernegara yang rahmatan lil ‘alamin.

Agama Menebar Damai

Islam sebagai agama yang membawa pesan-pesan damai memang sudah dipraktikkan di era Nabi Muhammad SAW, bahkan sejak masuknya Islam ke Indonesia tidak lain adalah untuk mengkonseptualisasikan agama Islam yang rahmatan lil ‘alamin yang bisa dinarasikan dalam bingkai kedamaian. Namun, sebaliknya bukan untuk narasi kekerasan. Yang  hal ini sebagaimana termaktub dalam al-Qur’an surat al-Anbiya’ [21] ayat 107:

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ

Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam. (Q.S. al-Anbiya’ [21]: 107).

Sejarah mencatat dalam ayat ini bahwa negara yang didasarkan kepada Islam rahmatan lil ‘alamin memiliki kecintaan, kesetiaan, kemakmuran dan kedamaian bagi suatu negeri yang adil, serta bisa membuat masyarakat hidup rukun, tentram, damai, dan mampu menjaga keselamatan Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI dari arus deras virus khilafah.

Keselamatan secara redaksional tidak hanya menjaga jiwa (al-hifd nafs), tetapi, pula menjaga agama, dan akal (al-hifd din wa hifd aqli). Dalam konteks maqasid syariah ini, maka virus corona harus dicegah melalui menjaga kesehatan. Di sisi lain, virus khilafah mampu ditangkal apabila umat Islam sering baca literatur-literatur keislaman yang moderat (wasathiyah).

Peran Civil Society dan Negara

Tampaknya, di tengah upaya penghancuran kepada sistem dan ideologi negara akibat efek virus yang sifatnya ideologis (virus khilafah). Maka dari itu, meskiipun masyarakat ingin menarik sejarah peradaban Islam modern ke masa-masa di mana Islam pada masa Nabi Muhammad SAW selalu diperjuangkan hingga terjadi api peperangan di antara umat manusia. Situasi demikian perlu dihindari oleh warga negara dari golongan mana pun.

Dan sudah menjadi peran masyarakat (civil society) dan negara untuk memulihkan kesehatan Pancasila yang sudah lama terganggu virus-virus ideologis (khilafah). Selama ini, yang menjadi korban virus tersebut adalah masyarakat yang kian bertambah berpikir keras (radikal-ekstrem). Sehingga, tidak memiliki komitmen terhadap keislaman dan keindonesiaan.

Selain itu, masyarakat dan negara harus lebih cerdas dalam menanggulangi virus-virus yang lebih radikal tersebut. Salah satunya dengan memiliki wawasan keislaman dan keindonesiaan yang luas, setidaknya tindakan preventif ini menutup ruang geraknya agar tidak merajalela. Paling tidak, ada peran sinergis antara negara dengan masyarakat untuk deklarasi dan membubarkan ormas Islam yang menebar virus khilafah.

30 responses to “Virus Khilafah, Lebih Ganas daripada Virus Corona”

  1. Kang Didi Avatar
    Kang Didi

    Seharusnya obyektif juga dalam.memaparkan khilafah.Kenapa tidak juga dibahas keberhasilan sostem khilafah selama lebih dari 1300 tahun.Justru kemajuan Islam.dicapai saat sistem Islam diterapkan dalam seluruh aspek kehidupan.Tentunya dibawah naungan khilafah.Sayang sekali sengaja membuat buta sejarah.

    1. Imam Hambali Avatar
      Imam Hambali

      Assalamualaikum warahmatullahi wabarokaatuh…
      Saudaraku…ketahuilah bahwa muslim yang munafiq dan Zindiq berdampak lebih buruk dan merusak dari pada orang kafir tulen….
      Virus Islam liberal lebih buruk dari orang kafir tulen..
      Karena dari mereka lah sumber kerusakan bermula…yg Haq dikatakan bathil dan sebaliknya…
      Silakan ditafsirkan…
      Rujukan mukmin itu nabi dan jumhur ulama’ Sunnah..bukan aqidah Syi’ah dan aqidah Liberal..
      Mukmin hrs cinta Nabi dan syar’iat nya…kalo krg jelas lihat pendapat jumhur ulama’..
      Kebanyakan nilai Islam itu rusak oleh kelompok yg berkasih sayang dengan org org kafir dan sangat memusuhi org yg bicara Sunnah…
      Tabarokallohu .semoga Alloh beri hidayah kepada orang orang yg demikian sehingga kembali ke jalan Sunnah wal jama’ah..

  2. Dwi Avatar
    Dwi

    Kesalahan mendasar penulis adalah tidak dapat membedakan metode mendirikan khilafah yg diusung oleh ormas HTI, FPI, Ansharu daulah, AlQaeda dan ISIS..menggebyah Uyah, menyama ratakan, menggeneralisir sesuatu yg berbeda bahkan saling bertentangan..
    Hal yg paling sederhana itu, HTI d FPI sama sekali tidak menjadikan jihad apalagi kekerasan (angkat senjata) sebagai metode dlm menegakkan khilafah, sedangkan JAD dan ISIS sebaliknya..adapun AlQaeda pada mulanya adl kelompok paramiliter yg bertujuan untuk melawan kekuatan militer asing yg turut campur khususnya di negara timur tengah, dan bukan bertujuan mendirikan khilafah Islamiyah..jadi penulis dlm hal ini gegabah sekali.

    Kirnya penulis perlu untuk lebih seksama memerinci beberapa hal yang juatru menjadi salah jika sama ratakan. Beberapa buku dan kitab rujukan perlu untuk dibaca kembali. Agar penulis dapat terhindar dari penyakit gegabah itu sendiri.

    1. Nandichandra Avatar
      Nandichandra

      Ma’af… ISIS bukan organisasi umat Muslim…mereka organisasi settingan kaum kafir.
      Terima kasih.

  3. Bram.Azhar Avatar

    Islam Bersatu Matahari Terbit lembata NTT.dijakarta.Felix.Tidak Ber-islam seperti Isalamnya Rasulullah saw.dan tdk berakhlak seperti Akhlaknya Rasulullah.saw.dia hanya ber-islam tetapi dia kehilangan Muhammad saw.dia menghina islam yg suci dgn perbuatan Nistanya dan dia telah melemahkan islam yg kuat dgn tindakan-tindakan kerdilnya.dan dia bukan islam yg sebenarnya.

  4. M.Faisal Avatar

    VIRUS PERUSAKAN MEWJID DI SULAWESI UTARA ITU YG RADIKAL TOLOL.

  5. M.Faisal Avatar

    Banyak kali cerita.

    “Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang” (Matius 10:34).

    Yesus saja Radikal kok nyalahin muslim melulu tanpa data. Mana ayatnya???

  6. Imam Hambali Avatar
    Imam Hambali

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarokaatuh…
    Saudaraku…ketahuilah bahwa muslim yang munafiq dan Zindiq berdampak lebih buruk dan merusak dari pada orang kafir tulen….
    Virus Islam liberal lebih buruk dari orang kafir tulen..
    Karena dari mereka lah sumber kerusakan bermula…yg Haq dikatakan bathil dan sebaliknya…
    Silakan ditafsirkan…
    Rujukan mukmin itu nabi dan jumhur ulama’ Sunnah..bukan aqidah Syi’ah dan aqidah Liberal..
    Mukmin hrs cinta Nabi dan syar’iat nya…kalo krg jelas lihat pendapat jumhur ulama’..
    Kebanyakan nilai Islam itu rusak oleh kelompok yg berkasih sayang dengan org org kafir dan sangat memusuhi org yg bicara Sunnah…
    Tabarokallohu .semoga Alloh beri hidayah kepada orang orang yg demikian sehingga kembali ke jalan Sunnah wal jama’ah..

  7. Nurhayati Avatar
    Nurhayati

    Sayang sekali semakin kamu bendung dengan tulisan unfaedah ini, semakin deras pula arusnya.. sunatullah manusia ingin kembali pada aturan yang benar

  8. hrman Avatar
    hrman

    ini Baru Pemikiran yang Rasional dan Istimewa, yg betul2 Paham tatakrama dan kehidupan berrnegara sesuai Pancasila di Indonesia.

    1. Cahyo Avatar
      Cahyo

      mencoba membenturkan pancasila dan Islam adl sia sia, khas pikiran, prilaku dan watak orang yg ingin pecah belah.
      Gaya belanda model kayak bgni. Jg org2 yg ingin berharap setetes racun yg dilihatnya sebagai madu…. Kasihan, smg sgr diberikan hidayah

  9. Ela Avatar
    Ela

    Islam pasti akan bangkit kembali, dan sudah menjadi fitrah bahwa manusia itu lemah maka dari itu butuh Allah untuk mengatur kehidupan manusia.

  10. Ummu Avatar
    Ummu

    Membaca tulisan di atas, saya terkesan penulisnya kurang faham apa itu khilafah, apa itu pancasila bahkan terbawa emosi sehingga hilang nalar.
    Bagaimana mungkin ide khilafah lebih berbahaya dari virus corona? Sedangkan virus corona jelas mematikan dan sporadis. Sedangkan ide khilafah justru menyelamatkan dan mdmbahagiaakan kehidupan manusia.
    Lalu dikatakan islam yg mereka
    hendaki islam rahmatan lil alamin. Saya mau bertanya faham tidak apa itu rahmatan lil alamin??
    Adakah islam rahmatan lil alamin bisa tegak tanpa khilafah??
    Mana contohnya???
    Kalau anda muslim belajarlah islam dengan baik. Fahami. Laksanakan. Jangan buat orang sesat

  11. athar Avatar
    athar

    manusia selalu bicara fakta,namun sesungguhnya melupakan dirinya lahir ke dunia tanpa bisa bicara satu bahasapun dan hanya bisa meniru dari bahasa yg telah ada lalu darimana asalnya bahasa manusia dan siapa yg mengajarkan..darimana semua idelogi itu bermula.jika alam dunia ini tdk di ciptakan maka ideologi itu seperti cerita dari negri dongeng yg tdk pernah ada…karena itu tolong pelajari apa Islam itu dan siapa yg menurunkannya,agama itu bukan karangan manusia dan tdk mungkin Allah memerintahkan manusia berbuat zalim karena kebenaran berasal dari penciptanya maka manusia yg berusaha menyingkirkan kenyataan ini dipastikan ia tdk percaya dgn adanya Tuhan,dan hanya Allah Tuhan yg nyata

  12. Bagus Avatar
    Bagus

    Virus nifaq membahayakan umat manusia dan dibenci Allah SWT

  13. Nada Avatar
    Nada

    Agama Islam adalah agama yang paripurna, mengatur kehidupan kita dari bangun tidur hingga bangun negara, salah jika anda mengatakan bahwa Islam tidak mengatur masalah pemerintahan, bersin saja ada aturannya dalam Islam masak politik tidak, khilafah adalah ajaran Islam, dan orang yg membenci khilafah berarti membenci ajaran Islam. Walaupun banyak tulisan yang menjelekkan khilafah tapi ingat, khilafah itu ibaratkan musim semi yang datangnya itu kepastian dan keniscayaan yang tidak akan mampu diredam oleh apapun begitu juga dengan khilafah.

  14. Intelektual Muda Avatar

    Sahabat-sahabat dan pembaca budiman yang dimulyakan Allah SWT. Perlu kita catat bersama bahwa pro kontra soal khilafah itu bukan malah membuat kita terpecah belah, tetapi mempersatukan persepsi dalam beragama. Karena itu, berpancasila layaknya berislam, membela negara bukan melawan negara, membela agama bukan memperjualkan agama. Yg sepakat hadis Hubbul Wathan Minal Iman like dan komen, dan dengan senang hati jika yg tidak sepakat membalas dengan tulisan.

  15. Syarifuddin Avatar
    Syarifuddin

    Virus Corona dan sars ibarat penyakit kulit dan sejenisnya, akan tetapi virus khilafah ibaratkan penyakit kanker otak atau penyakit sum-sum tulang belakang stadium 4, yang dapat membuat kita si penderita penyakit tersebut menjadi gila dan lumpuh total bahkan bisa menyebabkan kematian, itulah perumpamaan yang tepat menurut saya, sangat berbahaya bukan……

    1. fuad Avatar
      fuad

      komentar yang tidak berdasar.. jdi kangker itu gmna?

  16. Nining Saliimah Avatar
    Nining Saliimah

    Setelah membaca dg seksama, kok isinya dominan klaim & tuduhan.
    Ndak ada fakta atau dalil.
    Sudahi propagandamu saudaraku.

    Khilafah itu janji Allah dan kabar gembira dari Rasulullaah SAW, okeh ?

  17. Nandichandra Avatar
    Nandichandra

    Selamat untuk penulis.
    Tulisan anda sangat jelas menggambarkan diri anda yang sesungguhnya.
    Wallohu’alam Bisshowab.
    Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarokhatu.

  18. Mei Avatar
    Mei

    Padahal setauku waktu aku belajar sejarah agama Islam, dulu waktu sistem pake khilafah semua keadaan baik2 saja. Termasuk orang kafir pada saat itu. Mereka senang dengan aturan Islam, krn aturan tidak memberatkan. Tapi kenapa sekarang, Saya dan antum beragama Islam tapi ko benci sekali dg khilafah ?! Apa yang salah?!

  19. Abu ihsan Avatar
    Abu ihsan

    Anggota jaringan Liberal yg sudah tidak punya harga diri..mencari sesuap nasi dari fitnah-fitnah yang ia sebarkan bak virus yg memutus urat malunya..

  20. abu ibrahim Avatar
    abu ibrahim

    Harakah Tuna Rungu, media PKI

  21. UBAEDILLAH Avatar
    UBAEDILLAH

    Buktikan mana korban virus corona
    Mana korban virus Khilafah Islamiyah?
    #khilafahajaranislam

  22. sayyid Avatar
    sayyid

    Assalamualaikumwr.wb,
    Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam. (Q.s. Al-Anbiya’ [21]: 107).

    coba perhatikan ayat ini dengan benar:
    jangan salah persepsi pengertian ayat.
    Rahmat dalam ayat ini ditujukan dlm bentuk apa? manusia per orang kah atau manusia keseluruhannya?
    jika untuk perorangan tentulah muhammad sebagai rahmatnya tetapi apabila untuk seluruh manusia di muka bumi berarti Alquran itulah rahmatnya.
    muhammad sudah tidak ada lagi yg kita pegang adalah alquran sebagai kitab akhir zaman.

    jika kalian memilih muhammad sebagai rahmat silahkan saja membuat khilafah di muka bumi.carilah orang seperti beliau.
    bukankan alquran sudah menjelaskan soal beliau:
    وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَىٰ
    dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al Qur’an) menurut kemauan hawa nafsunya.
    apakah ada zaman sekarang ini orang seperti beliau?
    kita jujur sajalah, keinginan khilafah itu adalah keinginan kaum fasik bukan muslim.
    muslim juga bisa presiden,juga sultan juga apa saja asalkan jujur ama rakyatnya.

    wassalamuaaikum wr.wb,
    ustadz sayyid habib yahya

  23. aminudin Avatar
    aminudin

    Muslim dan organisasi ekstrim dan radikal dengan cara kekerasan dan anti keragaman adalah musuh bersama bangsa dan rakyat Indonesia yang cinta damai dan rukun…

  24. nies Avatar
    nies

    khilafah tahririyah produk gagal buatan takiyudin alafgani,
    mendirikan khilafah niatnya mau memerdekakan palestina ternyata gak bs. wkwk
    produk gagal kq di bawa ke Indonesia
    malu2in aja.

  25. Rose Avatar
    Rose

    Khilafah itu udah jelas jelas ajaran Islam.siapa yg menolak khilafah berarti menolak ajaran Islam.ironisnya sebagian umat Islam ada yg menolaknya..Aneh..

  26. heinz Avatar
    heinz

    sok tahu …bahas corona dikaitkan ama khilafah ,,dasar rembes konyol..bikin onar

Leave a Reply to hrman Cancel reply

Related Post