Harakatuna.com. Jakarta. Ternyata, Korea Utara sejak 2012 hingga 2017 lalu mengirimkan bahan atau material produksi rudal balistik dan senjata kimia serta sejumlah teknisi rudalnya ke Suriah. Hal ini dibuktikan dengan temuan tim panel ahli PBB.
Tim panel ahli PBB yang memantau penerapan sanksi terhadap Korea utara, Rabu (28/2), menyebutkan, bahwa hasil peneyelidikan menemukan ada 40 pengiriman barang dari Korea Utara ke Suriah yang tidak dilaporkan.
Bukti lain yang ditemukan oleh tim panel ahli PBB adalah adanya laporan penjualan senjara Korut ke Myanmar, seperti senjata koncensional, termasuk peluncur roket dan rudal darat ke udara yang merupakan tambahan untuk sistem rudal balistik.
Laporan setebal 200 halaman itu juga memaparkan keilegalan komoditas yang diekspor oleh Korut sehingga negara tersebut mampu meraup untung hingga 200 juta dolar AS.
Berdasarkan laporan tersebut juga, Suriah dituding oleh Amerika Serikat dan negara-negara Barat telah menggunakan senjata kimia di wilayah yang dikuasai kelompok bersenjata, termasuk Ghouta.
Namun hal terebut dibantah oleh pemerintahan Presiden Bashar al-Assad. “Tak ada perusahaan teknis Korut di Suriah. Hanya ada sejumlah individu warga Korut di Suriah, tetapi untuk urusan olah raga. Mereka terikat kontrak individual untuk melatih atletik dan senam,” sebut Suriah seperti dilansir Kompas, Kamis (1/3/2018).
Sumber: Kompas









Leave a Comment