Harakatuna.com. Ciputat-Mahasiswa Fakultas Ushulddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta selenggarakan Seminar penolakan Radikalisme. Seminar ini dilaksanakan berbarengan dengan sosialisasi melawan Radikalisme. Acara ini dihadiri oleh Muhammad Raihan Rafisanjani (Eks Deportan ISIS) sebagai pembicara utama yang menyajikan secara lugas tentang kondisi reil ISIS di Syiria.
Dari pihak tokoh agama diwakili oleh M. Najib Arromadlani (Sekjen Ikatan Alumni Syam Indonesia). Sedangkan dari kalangan akademisi diwakili oleh Dr. Arrazy Hasyim, Lc. MA yang sekaligus adalah Dosen tetap Fakul Ushuluddin UIN Jakarta.
Seminar ini mengusung tema “Peran Mahasiswa dalam Menjaga Keutuhan NKRI”. Ketiga pembicara terseubut memberi penegasan atas bahaya Radikalisme serta mengantarkan Mahasiswa untuk tidak terlibat dalam segala bentuk tawaran dan inisiasi yang ditawarkan ISIS. “ISIS Itu sangat pintarr, Pak. Pemerintah Syiria memberi iming-iming kekayaan dan materi duaniawi untuk masuk bergabung bersama ISIS ini. Dan jika sekali masuk, pasti tidak dapat keluar dari daerah kekuasaan mereka. Sebab bagi siapa saja yang berusaha keluar dari ISIS ini dianggap Kafir dan akan dibunuh,” ungkap Raihan, salah satu Pemateri yang pernah berada di Negeri Syiria.
“ISIS ini beraliran keras yang menganggap NKRI adalah Thowuth. Mereaka tidak paham keberagaman dan kebangsaan. Maka, jangan sekali-kali terjebak dangan berbagai tawaran konspirasi yang diberikan mereka” tegas Dr. Arrazy Hasyim di tengah-tangah penyajian seminarnya.
Setelah semua pemateri menyampaikan poin-poin materinya, maka forum dibuka untuk semua audien untuk mengutarakan pertanyaan dan atau pengalamannya terkait dengan ISIS sebagaimana mereka ketahui selama ini. Sehinga, setalah dialog interaktif selesai, acara ditutup dangan pembacaan doa pada pukul 12.30 WIB. (Fay)









Leave a Comment