Rahim mempunyai arti keluarga atau kerabat. Sebab kekeluargaan dan kekerabatan berasal dari rahim (peranakan) yang satu yakni nenek moyang. Sehingga peranakan yang bercabang-cabang harus disatukan kembali melalui silaturahim. Rahim juga masih seakar dengan rahmah (kasih sayang). Lazimnya siapapun yang masih mempunyai ikatan rahim pasti kasih sayangnya lebih erat dari yang lainnya. Kuatnya ikatan itu disemai oleh para ibu yang memangku rahim bagi anak-anaknya yang tak lain adalah cabangan peranakan sang nenek moyang.
Allah swt telah menciptakan makhluk, maka ketika selesai penciptaan-Nya rahim berdiri, lalu Allah berkata, ‘Berhenti!.’Rahim menjawab, ‘Ini adalah tempat orang yang berlindung kepada-Mu dari orang yang memutuskan hubungan (kerabat).’Allah berkata, ‘Apakah engkau rela jika aku menjalin hubungan (silaturrahim) dengan orang yang menyambungmu dan Aku memutuskan hubungan dengan orang yang memutuskanmu?’ Rahim menjawab, “Ya, wahai Tuhanku!’Allah berkata, “Yang demikian itu untukmu.”
Kemudian Abu Hurairah berkata, “Bacalah jika kalian mau, ‘(Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa, kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan?)”(Qs. Muhammaad(47): 22)
HR BukharidalamAdabulMufrad
Dalam hadis qudsi diceritakan, ketika menciptakan rahim, Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang mengatakan,“Aku menciptakan rahim dan namanya aku ambilkan dari pecahan nama-Ku (al-Rahmanal-Rahim). Siapapun yang menyambung rahim, akan Aku sambungkan kasih sayang-Ku kepadanya. Siapapun yang memutusnya, akan Aku putus kasih sayang-Kudarinya”.HR. al-Tirmidzi









Leave a Comment