Kelompok yang Doyan Menjual Agama

Harakatuna

07/02/2018

2
Min Read

On This Post

Di akhir zaman ini, kita dituntut untuk selalu waspada. Sebab, akan banyak orang atau kelompok yang menebar fitnah. Kelompok ini sungguh sulit dikenali. Mereka, secara lahiriah, tampak sebagai orang-orang shaleh, rajin ibadah, zuhud, dan mencari akhirat. tetapi mereka sebenarnya penyembah dunia dengan cara menjual agama.

Sitauasi seperti ini, jauh-jauh hari, sudah diisyaratkan oleh Nabi Muhammad Saw. Dalam hadis yang diriwayatkan dari Abu Hurairahra, Rasulullah Shallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda:

Akan keluar di akhir zaman nanti beberapa orang yang mencari dunia dengan amalan din, mereka mengenakan pakaian di tengah-tengah manusia dengan kulit kambing yang lembut, lisan mereka lebih manis dari pada gula, tetapi hati mereka adalah hati srigala. Allah Subhanahu Wata’ala berfirman, “Apakah terhadap-Ku mereka berani menipu ataukah mereka berani melawan Aku? Maka dengan Kebesaran-Ku, Aku bersumpah, Aku benar-benar akan mengirim kepada mereka fitnah yang mengakibatkan ulama yang teguh hati pun menjadi bingung.” [HR.At-Tirmidzi, Sunan At-Tirmidzi, Kitab Az-Zuhd, no. 2515].

Memang, berdasarkan beberapa kajian pakar hadis, hadis ini jika ditinjau dari semua periwayatannya, termasuk hadis lemah (dha’if). Namun, masing-masing periwayat menguatkan yang lainnya.

Terlepas dari semua itu, hadis di atas sungguh benar-benar mengisyaratkan sesuatu yang tidak dikehendaki oleh umat islam. Namun apa kata, isyarat Nabi itu saat ini benar-benar terjadi dalam masyarakat kita. Bahkan, kelompok yang doyan menjual agama ini, tidak segan-segan, bahkan juga tidak malu menampakkan gerakannya di publik.

Modus menjual agama pun terbilang sangat rapih karena dibungkus dengan kegiatan-kegiatan yang seolah islami, padahal sejatinya ditunggangi kepentingan kekuasaan dibaliknya. Kekuasaan, popularitas, harta, dan wanita menjadi tujuan utama.

Padahal, Allah juga sudah memperingatkan umat Islam melalui firmannya dalam QS. Ali Imran ayat 199-200). Bahwa jangan sampai umat Islam melakukan apa yang dilakukan oleh ahli kitab, yakni menjual agama dengan harga yang murah.

Kelompok yang doyan menjual agama melakukan hal-hal nista, seperti menjadikan agama sebagai alat untuk mendapatkan keuntungan dunia. Ada lagi ciri-ciri yang lain, yakni; apabila hukum syara’ bertentangan dengan hukum dunia, maka mereka (kelompok “penjilat” agama) rela mengubah hukum Allah agar sesuai dengan hukum dunia dengan hujah-hujah yang seolah kelihatan Islami.

Mohon maaf. Sebut saja dalam kasus LGBT yang belakangan ini marak diperdebatkan oleh publik. Dalam agama sudah jelas bahwa LGBT dilarang. bahkan tidak hanya Islam. Akan  tetapi, ada orang dan ilmuan Islam yang membela bahwa LGBT adalah ciptaan Tuhan yang tak bisa dihindarkan. Tentu pendapat seperti ini disertai dengan dalil-dalil yang sangat “licin” dan terkesan mengingkari hati nurani. Na’udzubillahi mindzalik. [n].

Leave a Comment

Related Post