Libur lebaran pun usai. Sepulang dari mudik di kampung, oleh-oleh yang dibawa bukan saja makanan ringan, foto dan cerita indah, melainkan juga setumpuk pakaian kotor. Pakaian ini perlu dicuci agar bersih kembali.
Mengingat perkara kotoran, manusia sesungguhnya juga memiliki kotoran dalam jiwa yang biasa disebut sebagai dosa.
Dosa dan “Mesin Pencuci” Bernama Ramadhan
Rasulullâh SAW saat ditanya tentang kebajikan dan dosa, maka beliau menjawab
فَقَالَ : اَلْبِرُّ حُسْنُ الْـخُلُقِ ، وَاْلإِثْمُ مَا حَاكَ فِـيْ صَدْرِكَ وَكَرِهْتَ أَنْ يَطَّلِعَ عَلَيْهِ النَّاسُ.
“Kebajikan adalah akhlak yang baik dan dosa adalah apa yang membuat bimbang (ragu) hatimu dan engkau tidak suka dilihat (diketahui) oleh manusia.” [HR. Muslim]
Dalam hadits yang lain Beliau bersabda,
اَلْبِرُّ مَا سَكَنَتْ إِلَيْهِ النَّفْسُ وَاطْمَأَنَّ إِلَيْهِ الْقَلْبُ ، وَاْلإِثْمُ مَا لَـمْ تَسْكُنْ إِلَيْهِ النَّفْسُ وَلاَ يَطْمَئِنَّ إِلَيْهِ الْقَلْبُ ، وَإِنْ أَفْتَاكَ الْـمُفْتُوْنَ
“Kebajikan ialah apa saja yang apa saja yang menjadikan jiwa tenang dan hati menjadi tenteram. Dan dosa ialah apa saja yang menjadikan jiwa tidak tenang dan hati tidak tenteram kendati para pemberi fatwa berfatwa kepadamu.” [HR. Ahmad][1]
Dari kedua hadits di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa dosa akan berakibat buruk bagi hati kita. Membuatnya merasa tertekan, tidak tenang dan takut diketahui orang lain.
Rasulullah SAW mengumpamakan dosa sebagai sebuah titik hitam di hati manusia. Makin banyak dosa yang diperbuat, akan makin banyak titik hitam tersebut. Jika dosa yang diperbuat sangat banyak dan berlangsung terus menerus, tidak heran jika suatu saat seluruh bagian hati akan tertutup titik hitam.
Rasulullah SAW bersabda,
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا أَخْطَأَ خَطِيْئَةً نُكِتَتْ فِي قَلْبِهِ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ فَإِذَا هُوَ نَزَعَ وَاسْتَغْفَرَ وَتَابَ سُقِلَ قَلْبُهُ وَإْنَ عَادَ زِيْدَ فِيْهَا حَتَّى تَعْلُوْ قَلْبَهُ
“Sesungguhnya seorang hamba jika melakukan perbuatan dosa maka akan tertitik dalam hatinya noda hitam. Jika ia menghilangkannya dan memohon ampun, dan di ampuni, maka hatinya itu dibersihkan. Jika ia melakukan kesalahan lagi, maka bintik hitam itu akan ditambah sehingga bisa menutupi hatinya.” [HR. Ibnu Majah dan at Tirmidzi)
Allah SWT Yang Maha Rahman dan Maha Rahim menginginkan manusia bisa kembali kepada kondisi jiwa yang tenang dan bersih dari titik hitam Oleh karenanya Allah SWT menyediakan sarana-sarana yang dapat dipergunakan untuk membersihkan dosa-dosa yang menjadi titik-titik hitam di dalam hati manusia.
Salah satu sarana yang dianugerahkan Allah SWT kepada manusia untuk membersihkan diri dari dosa adalah dengan datangnya bulan Ramadhan. Seperti pakaian, jiwa yang kotor karena dosa bisa dicuci agar bersih kembali dalam bulan yang mulia ini.
Ramadhan Membersihkan Dosa (Kecil)
Rasulullah SAW bersabda
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa yang puasa Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala, akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Al Bukhari dan Imam Muslim).
Sementara dalam hadits lainnya, Beliau SAW bersabda
الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمْعَةُ إِلَى الْجُمْعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ
“Shalat lima waktu. Ibadah Jum’at yang satu dengan ibadah jum’at berikutnya. Puasa Ramadhan yang satu dengan puasa Ramadhan berikutnya. Itu semua merupakan penghapus dosa antara keduanya, selama dosa-dosa besar dijauhi.” (HR. Imam Muslim)
Dari hadits-hadits di atas dapat disimpulkan bahwa Ramadhan yang diisi dengan berbagai macam ibadah, khususnya Puasa Wajib Ramadhan, akan membersihkan diri kita dari kekotoran dosa, meskipun yang bisa dibersihkan melalui ibadah Ramadhan ini hanya dosa-dosa kecil saja.
Jangan Lupakan Dosa!
Jika kita kembali kepada kasus baju kotor tadi, maka setelah selesai menjalankan ibadah Ramadhan seolah membuat setiap pribadi dari kaum muslimin menjadi pribadi yang telah bersih dari noda dosa, seperti baju yang telah selesai dicuci dan diseterika: rapi dan harum, siap untuk digunakan kembali.
Pertanyaannya, setelah diri ini bersih dari dosa, apakah kita akan kembali mengulangi kesalahan dan kembali melakukan perbuatan dosa?
Hal ini harus kita perhatikan dengan seksama, karena meskipun dosa-dosa kecil, namun tidak bisa dipandang remeh. Rasulullah SAW telah berpesan bahwa akumulasi dosa kecil akan menyebabkannya menjadi dosa besar. Sabda beliau:
لاَ كَبِيْرَةَ مَعَ الاِسْتِغْفَارِ وَ لاَ صَغِيْرَةَ مَعَ الإِصْرَارِ
“Tidak ada dosa besar jika dihapus dengan istighfar (meminta ampun pada Allah) dan tidak ada dosa kecil jika dilakukan terus menerus.” (Hadits ini sanadnya dhoif)
Meskipun hadits ini dinyatakan dhoif dalam sanadnya, patutlah kita mengambil manfaat darinya yaitu bahwa kita tidak boleh meremehkan dosa meskipun kecil, sebab dosa kecil berpotensi terakumulasi menjadi dosa besar.
Maka, sikap yang seharusnya kita ambil setelah menyelesaikan ibadah-ibadah dalam bulan Ramadhan adalah
- Jangan lupakan dosa yang sudah pernah dilakukan agar selalu ingat untuk menjauhinya dan tidak mengulanginya.
Di dalam peribahasa ada pernyataan bahwa hanya Keledai yang bisa terperosok dua kali di lubang yang sama. Dalam menghadapi perbuatan yang mengakibatkan dosa, seharusnya manusia tidak melupakan perbuatan tersebut agar tidak lagi terjerumus ke dalam perbuatan dosa. Namun kadang manusia lupa atau sengaja melupakan perbuatan dosa sehingga Allah SWT murka dan membuat manusia lupa akan dirinya sendiri.
- Jauhi perbuatan dosa yang baru
Bila kita memiliki kendaraan bagus atau pakaian bagus yang baru saja dicuci, dibersihkan dan harum baunya, tentunya kita akan berupaya menghindari jalan atau orang yang dapat membuat kendaraan atau pakaian kita menjadi kotor kembali. Demikian juga seharusnya kita menjaga diri kita yang sudah bersih suci setelah ibadah Ramadhan, agar hati kita tetap bening tidak tertutup titik hitam.
Kesemuanya ini sesungguhnyalah bagian dari sikap Taqwa, yang telah menjadi tujuan ibadah Puasa Ramadhan. Maka jika kita ingin puasa kita sukses, haruslah kita selalu mengingat dosa-dosa kita agar tidak kita ulangi dan kita menjaga diri agar tidak melakukan dosa yang baru.
Semoga Allah SWT menolong kita dan menguatkan kita untuk bisa bersikap penuh ketaqwaan setelah Ramadhan berlalu. Aamiiin. (Toto Mulyoto/Abi Ihsan)









Leave a Comment