Harakatuna.com. Jakarta. Gerakan membendung paham-paham radikalisme dan terorisme di Indonesia dengan melibatkan kalangan pesantren dan ulama perwakilan organisasi masyarakat berbasis Islam di Indonesia terus digalakkan dengan format acara yang lebih ilmiah dan dialogis oleh tim Harakatuna Media. Melalui Halaqah Kepesantrenan yang sebelumnya bekerja sama dengan Pesantren Persatuan Islam (Persis) di Garut, Minggu (25/3), kali ini Harakatuna Media menggandeng pesantren Muhammadiyah, yakni Pesantren al-Mizan Muhammadiyah, Lamongan, Jawa Timur.
Kegiatan yang mengangkat tema Kontribusi Pesantren dalam Meluruskan Paham Radikalisme dan Terorisme di Indonesia itu akan diselenggarakan pada Sabtu, (7/3) di Aula Pondok Pesantren Al Mizan Muhammadiyah Lamongan.
Dari informasi yang tertera di pamflet, Halaqah tersebut akan diisi oleh, Ketua PW. Muhammadiyah Jawa Timur, Dr. Saad Ibrahim, MA., Pengurus Persis Bangil Pasuruan, Nur Adi Septanto, S. Pd.I, M. Pd.I, Dr. Sudarto Murtaufiq, Pondok Pesantren al-Mu’awanah, Ustadz Suwito, Kabag Pondok Pesantren al-Mizan, dan dosen UIN Surabaya dan Kandidat Doktor UIN Jakarta M. Najih Arromadloni, M. Ag. Kegiatan itu akan dimoderatori oleh Pemimpin Redaksi Harakatuna.com, Muhammad Najib.
Rencananya, acara tersebut akan dimulai dari pukul 12.30 s.d 17.30 WIB. Acara tersebut merupakan rangkaian dari kegiatan Harakatuna Tour De Pesantren yang diselenggarakan rutin di berbagai daerah seluruh Indonesia.
Acara tersebut gratis dan untuk umum. Fasilitas yang didapat pun beragam, dari mulai seminar kit, makalah, buku gratis, sertifikat dan makan siang.
Pendaftaran dibuka secara online dengan mengisi data diri melalui link http://bit.ly/halaqahkepesantrenanlamongan. Jika sudah mendaftar, silakan konfirmasi kehadiran ke nomor 0815 8476 3674.
Acara tersebut juga didukung oleh beberapa badan otonom Muhammadiyah seperti Lazismu dan Darul Aitam. Jika terkendala dengan jarak, acara tersebut rencananya akan disiarkan secara live melalui Fanspage Harakatuna.com.
(M. Ilhamul Qolbi)









Leave a Comment