Harakatuna.com. Gaza – Warga Jalur Gaza melaksanakan Shalat Jumat pertama pada Ramadhan, Jumat (20/2), di tengah puing-puing masjid dan bangunan yang hancur akibat konflik berkepanjangan. Ibadah berlangsung dalam kondisi kehidupan yang sulit serta keterbatasan pasokan makanan dan kebutuhan dasar. Di saat yang sama, pasukan Israel dilaporkan terus melanjutkan pemboman dan perobohan bangunan di sejumlah wilayah Gaza selama bulan suci ini.
Para jamaah terlihat berkumpul di sekitar masjid-masjid yang telah rusak dan menggelar shalat di atas reruntuhan bangunan. Mereka mendengarkan khotbah Jumat yang menekankan pentingnya kesabaran, keteguhan, dan solidaritas di tengah situasi yang penuh tekanan.
Berdasarkan laporan Al Jazeera, Masjid Al-Kanz di Kota Gaza menjadi simbol keteguhan masyarakat setempat. Jamaah dari berbagai lingkungan berkumpul di lokasi tersebut untuk menunaikan ibadah, meskipun bangunan masjid mengalami kerusakan parah. Pemandangan ini dinilai mencerminkan kegigihan warga dalam mempertahankan praktik keagamaan mereka di tengah kehancuran dan pengepungan.
Shalat Jumat juga dilaksanakan di sejumlah masjid bersejarah yang mengalami kerusakan, termasuk Masjid Al-Omari. Selain itu, warga mendirikan area shalat sementara dengan memanfaatkan tenda dan terpal sebagai pengganti masjid-masjid yang telah diratakan dengan tanah.
Para pengamat menilai tingginya partisipasi warga dalam Shalat Jumat dan Shalat Tarawih selama Ramadhan mencerminkan tekad kolektif masyarakat Gaza untuk mempertahankan identitas religius dan spiritual mereka. Hal tersebut terjadi di tengah pembatasan masuknya material konstruksi dan tenda-tenda besar oleh otoritas Israel, yang dinilai mempersulit upaya pemulihan tempat-tempat ibadah.
Kesaksian di lapangan menyebutkan bahwa masyarakat Gaza telah terbiasa melakukan rehabilitasi sederhana terhadap masjid yang rusak setiap kali terjadi eskalasi konflik. Upaya tersebut dilakukan agar kegiatan ibadah tetap dapat berlangsung, meskipun dengan fasilitas yang sangat terbatas. Tradisi ini menjadi simbol keberlanjutan kehidupan beragama di bawah berbagai pembatasan.
Sementara itu, Kementerian Wakaf dan Urusan Keagamaan di Gaza menyatakan bahwa pasukan Israel telah menghancurkan 1.109 masjid dari total 1.244 masjid di wilayah tersebut, baik secara keseluruhan maupun sebagian, selama perang terbaru. “Kami mencatat 1.109 masjid telah hancur total maupun sebagian dari total 1.244 masjid di Gaza,” demikian pernyataan Kementerian Wakaf dan Urusan Keagamaan setempat.








Leave a Comment