Wakil Kedubes Jepang Kunjungi FKUB Sulteng, Bahas Kerukunan Pasca-Konflik Poso

Ahmad Fairozi, M.Hum.

18/06/2025

2
Min Read

On This Post

Harakatuna.com. Palu – Staf Khusus Kedutaan Besar Jepang untuk bidang Politik dan Ekonomi, Hasegawa Takuya, melakukan kunjungan kehormatan ke Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah, Prof. Dr. Zainal Abidin, pada Senin (16/6). Kunjungan ini bertujuan menggali informasi seputar situasi kerukunan antarumat beragama di Sulawesi Tengah, khususnya di Kabupaten Poso yang pernah dilanda konflik sosial bernuansa keagamaan.

Dalam pertemuan tersebut, Hasegawa menaruh perhatian besar terhadap dinamika sosial-keagamaan pascakonflik di wilayah Poso dan langkah-langkah yang ditempuh untuk menjaga perdamaian antarumat beragama.Menanggapi hal tersebut, Ketua FKUB Sulteng, Prof. Zainal Abidin, menyampaikan bahwa kondisi kerukunan di Poso saat ini terus menunjukkan perbaikan yang signifikan. Menurutnya, sejumlah program telah dan terus dijalankan guna memperkuat toleransi dan pemahaman lintas agama.

“Kerukunan antarumat beragama di Poso sudah jauh membaik. FKUB secara aktif menyelenggarakan dialog lintas iman, melakukan muhibah kerukunan ke rumah-rumah ibadah, serta memberikan edukasi tentang pentingnya toleransi kepada pelajar,” ujar Zainal.

Ia menekankan bahwa upaya menciptakan suasana damai dan saling menghormati menjadi fondasi utama dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis. “Kami berupaya menciptakan suasana damai dan saling menghormati sebagai fondasi pembangunan masyarakat,” tegasnya.

Zainal juga menyoroti pentingnya menghargai keberagaman pandangan keagamaan sebagai langkah preventif terhadap paham radikal. Dalam hal ini, FKUB Sulteng menggandeng aparat keamanan untuk menjalankan program moderasi beragama.

“Kami akan bekerja sama dengan TNI dan Polri, khususnya melalui Babinsa dan Bhabinkamtibmas, agar pesan-pesan damai bisa disampaikan langsung ke masyarakat,” jelasnya.

Kunjungan Hasegawa ini mencerminkan ketertarikan Jepang untuk mempelajari pendekatan Indonesia dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis di tengah keberagaman budaya dan agama. Kerja sama semacam ini diharapkan bisa memperkuat nilai-nilai toleransi di kedua negara.

Leave a Comment

Related Post