Uskup Norwegia Desak Penghentian Serangan Israel ke Gaza dan Tepi Barat

Ahmad Fairozi, M.Hum.

19/05/2025

2
Min Read
Uskup Norwegia Desak Penghentian Serangan Israel ke Gaza dan Tepi Barat: “Ini Keruntuhan Moral Dunia”

On This Post

Harakatuna.com. Oslo — Konferensi Uskup Gereja Norwegia menyerukan diakhirinya segera serangan militer Israel terhadap Jalur Gaza dan Tepi Barat, seraya mengecam pelanggaran hukum internasional dan meningkatnya krisis kemanusiaan di wilayah Palestina.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis seusai konferensi nasional pekan ini, para uskup mengekspresikan “keprihatinan mendalam” atas apa yang mereka sebut sebagai “genosida yang sedang berlangsung”, serta kehancuran, pengungsian massal, dan memburuknya kondisi kemanusiaan di Gaza. Pernyataan tersebut dikutip oleh Quds News pada Senin (19/5). “Ini bukan hanya keruntuhan kemanusiaan, tapi juga keruntuhan moral,” bunyi pernyataan resmi para uskup.

Para uskup Gereja Norwegia juga mendesak gencatan senjata segera, pembebasan para tahanan politik Palestina, serta akses tanpa hambatan bagi bantuan kemanusiaan ke Gaza. Mereka menuntut diakhirinya operasi militer Israel di Tepi Barat yang kini berada di bawah pendudukan.

Lebih lanjut, Konferensi Uskup mendesak pemerintah Norwegia dan komunitas internasional agar mengambil tindakan lebih tegas melalui tekanan politik dan ekonomi terhadap Israel. “Kami menyerukan penerapan sanksi untuk menghentikan kebijakan pembersihan etnis terhadap rakyat Palestina,” tulis pernyataan tersebut.

Olav Fykse Tveit, Ketua Konferensi Uskup Norwegia, dalam wawancara dengan Al Jazeera, mengungkapkan bahwa gereja-gereja di negara-negara Barat, khususnya di Skandinavia, mulai bersuara secara serupa. “Kami melihat semakin banyak gereja yang mengambil posisi moral terhadap penderitaan di Gaza. Harapan kami, suara-suara ini menyebar ke seluruh Eropa dan Amerika Utara,” kata Tveit.

Ia menegaskan bahwa gereja memiliki pengaruh moral yang signifikan, terutama dalam masyarakat demokratis. “Para pembuat kebijakan sering mendengarkan gereja, khususnya dalam isu-isu kemanusiaan dan hak asasi manusia,” tambahnya.

Menanggapi kemungkinan penerapan sanksi Eropa terhadap Israel, Tveit menyatakan bahwa hal itu merupakan keputusan para pemimpin politik. Namun, menurutnya, diskusi tentang hal ini terus berlangsung di forum internasional.

Sementara itu, Rifat Kassis, Sekretaris Jenderal Palestinian Christian Initiative, menyambut baik seruan para uskup. Ia menilai langkah tersebut sebagai hasil dari advokasi yang dilakukan secara konsisten oleh organisasi-organisasi Kristen Palestina, seperti Kairos Palestine. Ini adalah buah dari upaya advokasi yang telah lama dilakukan oleh komunitas Kristen di Palestina. Kami tidak terkejut, justru ini adalah langkah yang seharusnya sudah dilakukan sejak lama,” ujar Kassis.

Seruan dari Gereja Norwegia ini menjadi bagian dari gelombang tekanan moral global terhadap Israel, di tengah meningkatnya tuntutan agar kekerasan segera dihentikan dan solusi damai diwujudkan di tanah Palestina.

Leave a Comment

Related Post