UIN KHAS Jember Perkuat Moderasi Beragama

Harakatuna

15/07/2024

2
Min Read

On This Post

Harakatuna.com. Jember – Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember menggelar Training of Trainers (TOT) Penguatan Moderasi Beragama di Kokoon Hotel Banyuwangi pada Senin (8/7). Acara tersebut dibuka langsung oleh Rektor Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, Prof. Hepni.

TOT Penguatan Moderasi Beragama ini diikuti oleh para Wakil Rektor, Dekan, Wakil Dekan, dan Wakil Direktur Pascasarjana UIN KHAS Jember. Rektor UIN KHAS Jember Prof. Hepni dalam sambutannya menjelaskan secara gamblang terkait moderasi beragama.

“Sebetulnya, dalam moderasi beragama itu bukan agamanya yang dimoderatkan, karena agama sudah moderat. Akan tetapi, moderasi beragama adalah cara beragama, paradigma beragama, pikiran tentang agama, feeling bergama, itu yang harus moderat,” kata Rektor.

“Jadi, sebenarnya moderasi beragama adalah ajaran berkesedangan. Bagaimana kita berpikir berkesedangan, bagaimana bertindak berkesedangan, dan bagaimana bersikap berkesedangan,” lanjut Rektor.

Selain itu, sebelum materi moderasi beragama diberikan oleh narasumber, yakni Dr. Ikillah Muzayyanah, Marzuki Wahid, dan Wawan Gunawan, Prof. Hepni juga memaparkan pentingnya moderasi beragama dalam kehidupan saat ini. “Nah ini penting, terutama di tengah tren tergerusnya sikap damai dan kebersamaan. Maka mainstream moderasi beragama menjadi mendesak sebagai penyeimbang kehidupan yang damai, karena sesungguhnya kehidupan yang damai itu merupakan watak peradaban seluruh manusia,” terang Rektor.

Di samping itu, Dr. Nawawi, Ketua Panitia kegiatan Training of Trainers (TOT) Penguatan Moderasi Beragama melaporkan, bahwa, Training of Trainers yang diselenggarakan oleh UIN KHAS dan bekerja sama dengan Pusdiklat Tenaga Administrasi tersebut, diikuti oleh 30 peserta, yang masing-masing mengemban tugas sesuai bidangnya.

“Peserta TOT kali ini adalah Wakil Rektor dan Dekan, beliau ini pemegang kebijakan di wilayahnya masing-masing. Melalui TOT ini, diharapkan beliau dapat memasukkan isu-isu moderasi beragama dalam posisi-posisi strategisnya. Selain itu, Wakil Dekan dan Wakil Direktur Pascasarjana beliau memiliki tugas men-set up akademik yang ada di kampusnya masing-masing,” papar Dr. Nawawi.

Sebagai ketua panitia pihaknya juga berpesan, bahwa seluruh lembaga mempunyai tanggung jawab terhadap moderasi beragama. Harapannya adalah agar moderasi ini tidak hanya disampaikan kepada civitas akademika saja, akan tetapi pelu menggerakkan kehidupan masyarakat.

“Program moderasi beragama tidak hanya menjadi program Kementerian Agama semata, akan tetapi sudah menjadi program nasional, maka seluruh kementerian dan lembaga memiliki tanggung jawab bersama untuk memasukkan isu moderasi beragama dengan program strategisnya. Tidak hanya pada civitas akademika, tetapi bersama elemen yang lain, menggerakkan kehidupan bermasyarakat,” ujar Dr. Nawawi.

Leave a Comment

Related Post