UIN Jakarta Gelar Doa Lintas Agama untuk Jaga Kedamaian Nasional

Ahmad Fairozi, M.Hum.

04/09/2025

2
Min Read

Harakaruna.com. Jakarta — Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar doa lintas agama sebagai bentuk dukungan terhadap inisiasi Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) dalam merespons dinamika sosial dan ketegangan yang belakangan terjadi di tanah air. Kegiatan ini dilaksanakan jelang pembukaan resmi program Pembelajaran Pendidikan Profesi Guru (PPG) Batch 3 yang berlangsung di Gedung Harun Nasution, Rabu (3/9/2025).

Doa bersama ini dibuka oleh Dr. KH. Akhmad Sodiq, M.Ag., dan dilanjutkan dengan pembacaan doa dari lima pemuka agama, yakni Islam, Katolik, Kristen, Hindu, dan Buddha. Kegiatan ini tidak hanya menjadi simbol kerukunan, tetapi juga bagian dari penguatan nilai moderasi beragama yang terus digaungkan oleh Kemenag RI.

Dalam doa yang dibacakan, terselip harapan agar para guru dapat menjadi sosok teladan dalam membimbing generasi muda bangsa. “Jadikanlah kami guru-guru yang mampu menanamkan ilmu, hikmah, dan akhlak mulia kepada generasi bangsa. Ya Allah, lindungilah negeri kami Indonesia, tebarkanlah kedamaian, ketentraman, dan keamanan di dalamnya,” demikian kutipan doa yang menggema di dalam ruangan.

Rektor UIN Tekankan Pentingnya Menjaga Ketertiban Sosial

Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan PPG Batch 3. Ia juga menyinggung situasi sosial-politik nasional, seraya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga stabilitas dan kedamaian.

“Kita sampaikan semua aspirasi dengan damai, sesuai porsinya dan dalam koridor hukum yang berlaku, agar kedamaian dan ketentraman tetap terjaga,” ujar Prof. Asep.

Acara pembukaan PPG Batch 3 ini turut dihadiri oleh Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA., yang secara langsung membuka kegiatan dan memberikan arahan kepada para peserta program. Dalam pesannya, Menteri Agama menekankan bahwa profesi guru bukan sekadar pekerjaan, melainkan ibadah yang membawa keberkahan dunia dan akhirat. “Profesi guru itu profesi mulia dan halal. Guru tidak hanya mencerdaskan, tapi juga menjadi jalan rezeki yang berkah,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya kedisiplinan dalam profesi ini, baik dari sisi guru maupun siswa. “Ada dua belas syarat untuk menjadi guru. Artinya, aturan menjadi guru jauh lebih ketat daripada menjadi murid. Maka jangan hanya murid yang diberi tata tertib ketat, gurunya juga harus punya tata tertib,” tegasnya.

Kegiatan doa lintas agama dan pembukaan PPG Batch 3 ini menjadi momentum penting bagi UIN Jakarta dan Kemenag RI untuk memperkuat komitmen terhadap pendidikan, kerukunan, dan keteladanan di tengah situasi nasional yang dinamis.

Leave a Comment

Related Post