Turkiye Peringatkan Potensi Perang Total antara India dan Pakistan, Serukan Pengendalian Diri

Ahmad Fairozi, M.Hum.

09/05/2025

2
Min Read
Turkiye Peringatkan Potensi Perang Total antara India dan Pakistan, Serukan Pengendalian Diri

On This Post

Harakatuna.com. Ankara – Kementerian Luar Negeri Turkiye mengeluarkan peringatan keras terkait eskalasi konflik antara India dan Pakistan yang dinilai berisiko berkembang menjadi perang habis-habisan. Ketegangan meningkat tajam setelah India melancarkan serangan militer ke sejumlah wilayah di Pakistan dan Kashmir yang berada di bawah kendali Islamabad pada Rabu (7/5/2025).

“Serangan yang dilakukan India tadi malam berisiko memicu perang habis-habisan,” demikian pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Turkiye yang dikutip dari kantor berita AFP.

Dalam pernyataan tersebut, Turkiye menyerukan kepada kedua negara untuk menggunakan “akal sehat” dan segera mengambil langkah-langkah meredakan ketegangan, termasuk dalam konteks kerja sama memerangi terorisme. “Kami mengutuk inisiatif provokatif ini serta serangan yang menargetkan warga sipil dan infrastruktur sipil,” lanjut pernyataan tersebut.

Menurut laporan AFP, India meluncurkan serangan rudal presisi ke sembilan lokasi yang diklaim sebagai kamp militan di wilayah Kashmir Pakistan dan sekitarnya. Serangan tersebut merupakan bagian dari operasi militer bertajuk Operasi Sindoor yang menurut pemerintah India ditujukan untuk “menghancurkan basis kelompok teroris”.

Pemerintah India menyatakan serangan tersebut merupakan bentuk balasan terhadap serangan berdarah yang terjadi pada 22 April lalu, di mana 26 warga sipil India tewas akibat aksi kelompok bersenjata yang belum diketahui afiliasinya secara resmi. Namun, menurut laporan dari Pemerintah Pakistan, serangan yang dilakukan India menewaskan sedikitnya 26 warga sipil dan menghancurkan enam fasilitas, termasuk tiga di wilayah Kashmir dan dua lainnya di wilayah padat penduduk di Provinsi Punjab, yakni Bahawalpur dan Muridke.

Merespons tindakan India, Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Muhammad Asif mengonfirmasi bahwa negaranya telah melakukan serangan balasan dan akan terus menanggapi dengan tegas setiap pelanggaran. “Pembalasan telah dimulai. Kami tidak akan butuh waktu lama untuk menuntaskan masalah ini,” ujarnya kepada AFP.

Ia juga menuduh Perdana Menteri India, Narendra Modi, sengaja memanfaatkan ketegangan militer ini untuk kepentingan politik dalam negeri menjelang masa pemilu. Konflik yang telah berlangsung selama puluhan tahun antara dua negara bersenjata nuklir ini kembali menjadi sorotan dunia internasional. Negara-negara sahabat, termasuk Turkiye, menyerukan agar kedua pihak menahan diri dan menghindari aksi militer yang berisiko menimbulkan ketidakstabilan kawasan Asia Selatan.

Para analis memperingatkan bahwa jika ketegangan ini tidak segera diredakan, potensi konflik terbuka antara dua kekuatan militer besar ini dapat memicu ketidakstabilan regional yang luas, bahkan berdampak pada keamanan global.

Leave a Comment

Related Post