Harakatuna.com. Washington – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, baru-baru ini mengadakan pertemuan di Gedung Putih untuk membahas situasi di Gaza dan kemungkinan pengusiran etnis warga Palestina. Dalam pertemuan tersebut, keduanya membicarakan gagasan mengenai pemindahan warga Palestina ke negara lain dan kontrol Amerika Serikat atas Gaza.
Dalam sebuah wawancara dengan wartawan di Ruang Oval, Trump menyatakan, “Saya pikir itu adalah bagian yang sangat penting dari real estat. Saya rasa jika Amerika Serikat terlibat dengan memiliki pasukan penjaga perdamaian di sana, mengendalikan Gaza, itu akan menjadi hal yang baik,” ujar Trump.
Ia juga menambahkan bahwa pemindahan warga Palestina ke negara lain akan menciptakan sebuah “zona kebebasan” di Gaza, tempat di mana kekerasan tidak terjadi setiap hari. “Anda dapat menyebutnya zona kebebasan, zona bebas, zona di mana orang tidak akan dibunuh setiap hari,” tambahnya.
Sementara itu, Netanyahu menggambarkan gagasan pengusiran warga Palestina sebagai hal yang dilakukan secara sukarela. “Kami berkomitmen untuk membebaskan semua sandera, tetapi juga untuk menghilangkan Hamas di Gaza dan memungkinkan warga Gaza untuk bebas memilih ke mana pun mereka mau,” ujar Netanyahu.
Ia juga menyebutkan bahwa mereka telah membahas negara-negara yang mungkin bersedia menerima pengungsi Palestina, meskipun ia tidak menyebutkan negara-negara tersebut secara spesifik. Netanyahu menegaskan bahwa peran Amerika Serikat sangat penting dalam proses ini, menyatakan, “Presiden memiliki visi. Negara-negara menanggapi visi ini, dan kami sedang mengusahakannya”.
Kunjungan Netanyahu ke Amerika Serikat ini terjadi di tengah eskalasi serangan Israel di Jalur Gaza. Sejak pertempuran kembali meningkat pada 18 Maret, lebih dari 1.300 warga Palestina telah tewas. Pada 2 Maret, Israel juga memberlakukan blokade total di Gaza, menghentikan semua bantuan kemanusiaan dan barang lainnya masuk ke wilayah tersebut. Pasukan Israel juga memperluas serangan darat dan menguasai lebih dari 50% wilayah Gaza.
Trump memberikan dukungannya penuh terhadap operasi militer Israel di Gaza, dengan menyatakan bahwa Netanyahu berupaya membebaskan para sandera Israel.








Leave a Comment