Harakatuna.com – Sudah menjadi tradisi yang mengakar di masyarakat Indonesia bahwa setiap jamaah haji yang baru pulang dari Tanah Suci akan disambut dan dikunjungi oleh banyak tamu. Mereka datang bukan hanya untuk menyambung tali silaturrahim, tetapi juga untuk memohon doa dari sang tamu Allah tersebut.
Fenomena ini bukan sekadar kebiasaan turun-temurun, tetapi memiliki dasar dalam ajaran Islam yang dijelaskan oleh para ulama terdahulu. Salah satunya sebagaimana disebutkan dalam laman NU Online, bahwa doa orang yang baru pulang dari ibadah haji dipercaya mustajab hingga 40 hari setelah kepulangannya.
“Orang yang baru saja menunaikan haji disunnahkan untuk mendoakan ampunan bagi orang lain, meskipun tidak diminta. Sebaliknya, orang yang tidak berhaji dianjurkan untuk meminta doa kepada jamaah haji tersebut, selama masih dalam rentang 40 hari setelah kedatangannya,” terang Syekh Syihabuddin al-Qulyubi dalam kitab Hasyiyah Qalyubi ‘ala Syarh Jalaluddin al-Mahalli.
Dalam kutipan kitab tersebut, tertulis:
وَيُنْدَبُ لِلْحَاجِّ الدُّعَاءُ لِغَيْرِهِ بِالْمَغْفِرَةِ وَإِنْ لَمْ يَسْأَلْ وَلِغَيْرِهِ سُؤَالُ الدُّعَاءِ مِنْهُ بِهَا وَذَكَرُوا أَنَّهُ أَيْ الدُّعَاءَ يَمْتَدُّ أَرْبَعِينَ يَوْمًا مِنْ قُدُومِهِ
Yang artinya: “Disunnahkan bagi orang yang berhaji untuk mendoakan orang lain agar diampuni dosanya, walaupun orang itu tidak memintanya. Dan bagi orang lain, disunnahkan untuk meminta doa dari jamaah haji. Para ulama menyebutkan bahwa doa tersebut mustajab hingga 40 hari setelah kedatangannya.”
Tidak hanya itu, ajaran Islam juga memberikan panduan adab ketika menyambut kepulangan jamaah haji. Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk menyambut dengan salam, berjabat tangan, dan langsung meminta doa sebelum mereka masuk ke rumah.
Hal ini sebagaimana disabdakan oleh Nabi Muhammad SAW dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad:
“Dari Abdullah bin Umar ra, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: ‘Jika kalian bertemu dengan orang yang baru pulang dari haji, maka berilah salam kepadanya, jabatlah tangannya, dan mintalah ia untuk memohonkan ampunan bagimu sebelum ia masuk ke rumahnya, karena ia telah diampuni dosa-dosanya.’”
Salah satu doa yang dapat dibaca oleh jamaah haji ketika mendoakan orang lain adalah sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Al-Baihaqi dari sahabat Abu Hurairah ra:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْحَاجِّ وَلِمَنِ اسْتَغْفَرَ لَهُ الحَاجُّ
Artinya: “Ya Allah, ampunilah dosa jamaah haji ini dan dosa orang yang dimintakan ampun oleh jamaah haji ini.”
Tradisi ini, yang menggabungkan nilai silaturrahim dengan ajaran agama, menjadi salah satu bentuk kearifan lokal yang tetap relevan dan bermakna hingga saat ini. Bagi banyak orang, doa seorang haji yang baru pulang adalah harapan akan turunnya rahmat dan ampunan dari Allah SWT.








Leave a Comment