Tobat dan Setia NKRI, Eks JI Dukung Polri Jaga Keamanan

Ahmad Fairozi, M.Hum.

29/06/2025

3
Min Read

On This Post

Harakatuna.com. Surabaya – Nawi Ahmad, seorang mantan narapidana kasus terorisme dan eks anggota jaringan teroris Jemaah Islamiyah (JI), menyampaikan pernyataan mengejutkan sekaligus menyejukkan. Melalui sebuah video pernyataan yang diterima redaksi Suara Merdeka Jatim pada Sabtu (28/6/2025), Nawi menyatakan dukungannya terhadap kinerja Kepolisian Republik Indonesia (Polri) serta ikrarnya untuk kembali setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dalam video tersebut, Nawi turut menyampaikan ucapan selamat Hari Bhayangkara ke-79 yang diperingati setiap tanggal 1 Juli. Ucapan ini bukan sekadar formalitas, melainkan cerminan dari perubahan sikap dan ideologi yang signifikan dari seorang yang dulu berada di jalur ekstremisme.

“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Nawi Ahmad asal Surabaya, mantan Napiter Jemaah Islamiyah, dengan ini mengucapkan Dirgahayu Polri ke-79. Polri telah banyak menunaikan tugas dan kewajiban demi negeri ini,” kata Nawi dalam video tersebut.

Nawi Ahmad pernah menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cipinang, Jakarta Timur, setelah terlibat dalam aktivitas jaringan teroris Jemaah Islamiyah, organisasi yang bertanggung jawab atas sejumlah aksi teror besar di Indonesia, termasuk Bom Bali tahun 2002 dan serangan di Jakarta.

Setelah bebas dari Lapas pada tahun 2024, Nawi mengaku telah menjalani proses deradikalisasi dan refleksi mendalam atas tindakan-tindakannya di masa lalu. Ia secara terbuka menyatakan bahwa ideologi dan tindakan yang pernah ia yakini telah menyimpang dari nilai-nilai dasar negara.

“Saya menyadari bahwa perbuatan saya dulu tidak sesuai dengan UUD 1945 dan Pancasila. Karena itu, saya sekarang mendukung kinerja Polri sepenuhnya agar negara ini selalu aman dan damai untuk kepentingan seluruh masyarakat,” ujarnya menegaskan.

Lebih dari sekadar menyatakan dukungan, Nawi juga mengajak masyarakat luas untuk turut mendukung peran kepolisian dalam menjaga stabilitas nasional, serta mengimbau rekan-rekan sesama mantan narapidana terorisme (Napiter) agar tidak lagi terjerumus ke dalam paham radikal dan kekerasan atas nama agama.

“Kepada seluruh masyarakat Indonesia, mari kita bersama-sama mendukung Polri agar negeri ini senantiasa aman dan tenteram. Saya juga menghimbau kepada seluruh mantan Napiter untuk kembali ke pangkuan NKRI dan meninggalkan jalan kekerasan,” ucapnya.

Ajakan ini dinilai penting dalam upaya membangun perdamaian jangka panjang dan memperkuat proses reintegrasi sosial bagi para mantan pelaku terorisme yang ingin kembali menjadi bagian dari masyarakat.

Pernyataan Nawi Ahmad menjadi bukti nyata keberhasilan pendekatan lunak (soft approach) yang diterapkan oleh aparat keamanan, termasuk Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), dalam menangani mantan pelaku terorisme. Pendekatan ini meliputi pembinaan ideologi, pembekalan keterampilan hidup, serta penguatan komitmen kebangsaan.

Dukungan publik terhadap proses deradikalisasi menjadi kunci keberhasilan reintegrasi para eks Napiter agar tidak kembali terjerumus ke jaringan radikal. Selain itu, kolaborasi antara aparat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta keluarga mantan Napiter juga menjadi unsur penting dalam mendorong transformasi ideologis yang berkelanjutan.

Dengan komitmennya untuk kembali ke pangkuan NKRI, Nawi Ahmad memberikan harapan bahwa deradikalisasi bukanlah proses yang sia-sia. Dukungan terhadap Polri dan ajakannya kepada eks Napiter lainnya menjadi pesan kuat bahwa jalan damai dan cinta tanah air adalah pilihan yang bisa dan layak ditempuh oleh siapa pun, bahkan oleh mereka yang pernah berada di garis keras.

Leave a Comment

Related Post