Sabar adalah suatu kemampuan yang wajib dimiliki oleh setiap manusia. Tanpa mempunyai sabar seseorang akan mudah putus asa dan akan mudah terjerambah dalam jurang kefasikan.
Sabar yang hakiki adalah menahan jiwa dari hal-hal yang tidak disuka dan memaksanya untuk berpegang teguh pada tuntunan syariat. Dengan demikian dapat digaris bawahi bahwa inti dari kesabaran dalam Islam adalah berpegang teguh kepada syariat yang telah diturunkan kepada Nabi.
Imam Hasan Al-Basri mengatakan bahwa seseorang tidak akan pernah mendapatkan apa yang diinginkan kecuali dengan bersabar menghadapi apa yang tidak disukai. Al-Quran sendiri menyebut kata sabar sebanyak 73 kali. Hal ini mengindikasikan bahwa sabar adalah hal sangat dianjurkan dalam Islam. Hal yang istimewa dari orang yang bersabar adalah akan senantiasa didampingi dan dibersamai oleh Allah SWT dalam hidupnya. Ini bisa diketahui dari firman Allah dalam Surat Al-Baqoroh, Ayat 153
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah kesabaran dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bersabar.
Dalam Al-Quran disebutkan bahwa bersabar itu merupakan kabar yang amat gembira. Dalam Al-Quran cobaan yang perlu disadari yaitu ketakutan, kelaparan (susah memikirkan hari esok). Allah Berfirman Al-Baqoroh, Ayat 155
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ
Artinya: Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.
Tingkatan kesabaran
Nabi Muhammad sendiri menyatakan bahwa kesabaran itu setengah daripada Iman. Dan tidaklah seseorang diberi suatu pemberian yang lebih baik dan lebih lapang dari kesabaran. Sahabat Ali juga menyataan bahwa kesabaran laksana kepala bagi tubuh, tidak ada iman bagi orang yang tidak memiliki kesabaran.
Ibnu Abbas sendiri menyatakan bahwa dalam Al-Quran sabar itu dibagi menjadi 3 tingkatan.
Pertama, sabar dalam menjalankan kewajiban. Tingkatan ini akan mendapatkan balasan 300 derajat
Kedua, sabar dalam menjauhi larangan. Tingkatan ini akan mendapatkan balasan 600 derajat.
Dan tingkatan yang terakhir atau yang ketiga yaitu sabar menghadapi musibah pada saat pertama kali musibah menghantam. Tingkatan ini akan mendapatkan balasan 900 derajat.
Demikianlah tingkatan kesabaran dalam Al-Quran. Sesuai yang diutarakan oleh sahabat Ibnu Abbas.








