Harakatuna.com. Subang – Tim Identifikasi dan Analisis Sosial (Idensos) Densus 88 Mabes Polri terus menggencarkan kegiatan sosialisasi untuk mencegah penyebaran paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme di wilayah pedesaan. Kali ini, kegiatan digelar di Desa Blendung, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Subang, pada Senin (3/11/2025).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat desa, mulai dari Kepala Desa, perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), tokoh agama, tokoh pemuda, hingga perwakilan RT dan RW setempat.
Dalam sambutannya, Agung Cahyo, perwakilan dari Tim Idensos Densus 88 Mabes Polri, menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga lingkungan dari potensi penyebaran ideologi yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan. “Radikalisme dan intoleransi tidak bisa dilawan hanya dengan kekuatan aparat. Pencegahan yang paling efektif justru berasal dari masyarakat itu sendiri — dari keluarga, sekolah, dan lingkungan sekitar,” ujar Agung.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari program berkelanjutan yang dilaksanakan di berbagai desa di wilayah Purwadadi. Tujuannya adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap ajakan atau ideologi yang bersifat memecah belah persatuan bangsa.
“Kami ingin masyarakat memiliki ketahanan ideologis. Dengan memahami bahaya paham radikal sejak dini, warga bisa menjadi benteng pertama dalam menjaga keamanan dan keutuhan NKRI,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Blendung menyampaikan apresiasi atas kehadiran Tim Idensos Densus 88 di desanya. Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat penting karena memberikan wawasan baru kepada masyarakat mengenai ancaman terorisme dan cara mencegahnya. “Kami menyambut baik kegiatan ini. Edukasi langsung dari pihak kepolisian sangat membantu kami untuk lebih memahami isu-isu radikalisme yang mungkin muncul di lingkungan masyarakat,” ujarnya.
Kepala desa juga berkomitmen untuk menindaklanjuti kegiatan tersebut melalui rapat minggon desa dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat, agar pesan-pesan pencegahan radikalisme bisa tersampaikan secara menyeluruh.
Kegiatan sosialisasi berlangsung interaktif, dengan sesi tanya jawab antara warga dan tim Densus 88. Masyarakat terlihat antusias mengikuti acara hingga akhir, menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga kerukunan dan keamanan di wilayah Purwadadi. “Kuncinya adalah komunikasi dan kolaborasi. Selama masyarakat peduli dan mau melapor bila melihat hal mencurigakan, maka potensi ancaman radikal bisa ditekan,” tutup Agung Cahyo.








Leave a Comment