Tiga Cara Meredam Rasa Iri Dalam Hati

Ahmad Khalwani, M.Hum

11/09/2024

2
Min Read
meredam rasa iri

On This Post

Harakatuna.com – Secara penglihatan orang umum, rasa iri atau rasa dengki dalam setiap hati manusia itu sudah otomatis terinstal. Setiap manusia dibekali rasa iri dalam hatinya dengan tujuan untuk memanajemen hati, yang kadang kala untuk menguatkan dan kadang kala untuk meredam. Namun demikian, kebanyakan rasa dengki dalam hati ini membawa dampak kepada manusia, oleh karenanya amat penting untuk meredam rasa iri dalam diri manusia.

Penyebab utama rasa iri ini muncul adalah karena seseorang melihat dan juga mendengar nikmat seseorang kemudian berharap nikmat tersebut hilang atau berpindah kepada dirinya. Rasa iri yang seperti ini jelas tidak baik dan berdampak buruk bagi hati. Dan untuk meredam itu semua, simaklah pendapat Imam Qudamah Al-Maqdisi untuk meredam rasa iri yang bergejolak dalam hati.

وعلاج الحسد، تارة بالرضا بالقضاء، وتارة بالزهد في الدنيا، وتارة بالنظر فيما يتعلق بتلك النعم من هموم الدنيا وحساب الآخرة

Artinya: “Penyembuhan rasa dengki kadang kala dengan rasa puas diri (rela) dengan qadha’ (ketetapan dari Allah). Kadang kala dengan zuhud di dunia. Dan kadang kala dengan memandang (mempertimbangkan) apa saja yang berkaitan dengan nikmat-nikmat dari hasrat-hasrat dunia dan hisab (perhitungan) di akhirat”. (Mukhtashar Minhajul Qashidin Juz, 1, halaman 234)

Upaya untuk meredam rasa dengki berdasarkan pendapat Imam Qudamah ini adalah:

Pertama, rela dengan ketentuan dari Allah dalam segala lini kehidupan. Ingatlah suatu ketetapan dari Allah bahwa rezeki, mati, jodoh ada urusannya. Oleh karenanya penting untuk menyadari ini sehingga hati bisa legowo dan tidak terganggu dengan kenikmatan orang lain.

Kedua, berusaha untuk hidup zuhud di dunia. Segala kenikmatan dunia hanya sebatas di tangan saja dan tidak masuk ke dalam hati.

Ketiga, memikirkan kembali bahwa segala kenikmatan akan ada hisabnya tersendiri kelak di hari akhirat. Semakin banyak kenikmatan maka semakin banyak hisab yang akan diterima. Ingatlah perhitungan dan hisab Allah itu pasti adil dan tidak bisa dicurangi. Dengan memikirkan ini insya Allah rasa dengki dalam hati akan berkurang.

Selain dengan melakukan tiga hal di atas upaya untuk meredam rasa iri adalah dengan membaca sebuah doa:

اللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِحَاسِدِيْنَا فَإِنَّهُمْ لِمَا عِنْدَهُمْ مِنَ الضَّيْقِ لَا يَحْتَمِلُوْنَ رُؤْيَةَ النِّعَمِ الَّتِي عَلَيْنَا دُوْنَهُمْ. وَلَوِ اتَّسَعَتْ نُفُوْسُهُمْ لَمْ يَقَعُوْا فِي حَسَدِنَا

Artinya: “Ya Allah, ampunilah para pendengki kami karena mereka dalam kesempitan hatinya tidak kuat melihat nikmat-nikmat yang dianugerahkan pada kami, bukan pada mereka. Andai berhati lapang, mereka tentu tidak akan iri dengki kepada kami.” (Imam Abdul Wahab As-Sya’rani, Tanbihul Mughtarrin, Semarang, Thaha Putra: tanpa tahun, halaman 37)

Demikianlah penjelasan mengenai upaya untuk meredam rasa iri dalam hati, Wallahu A’lam Bishowab.

Leave a Comment

Related Post