Harakatuna.com – Khusyuk dalam menjalankan ibadah shalat adalah hal yang sangat dianjurkan oleh sariat Islam. Orang yang melakukan shalat dengan khusyuk bisa lebih mendalami dan merasakan nikmatnya menjalankan ibadah shalat. Salah satu hal yang bisa membantu seseorang agar tetap khusyuk saat melaksanakan shalat adalah dengan menjaga arah pandangan mata.
Orang-orang yang menjalankan shalat dengan khusyuk seperti yang dijanjikan Allah dalam Al-Quran akan mendapatkan keberuntungan dalam hidupnya.
قَدْ اَفْلَحَ الْمُؤْمِنُوْنَ ۙالَّذِيْنَ هُمْ فِيْ صَلٰو تِهِمْ خَاشِعُوْنَ
Artinya: “Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam shalatnya.” (Q.S. Al-Mu’minun: 1-2).
Oleh karena yang demikian penting sekali bagi umat Islam untuk bisa menjalankan shalat dengan khusyuk. Meskipun shalat bukanlah termasuk bagian dari rukun shalat, namun khusyuk akan menambah keutamaan ibadah shalat. Cara agar tetap khusyuk dalam shalat adalah menjaga arah pandangan matanya. Syaikh Zainudin Al-Malibari dalam kitabnya, Fathul Mu’in menjelaskan dengan cukup detail ke mana arah pandangan mata saat shalat yang semestinya:
وسن إدامة نظر محل سجوده لأن ذلك أقرب إلى الخشوع، ولو أعمى، وإن كان عند الكعبة أو في الظلمة، أو في صلاة الجنازة. نعم، السنة أن يقتصر نظره على مسبحته عند رفعها في التشهد لخبر صحيح فيه.
Artinya: “Disunahkan melanggengkan pandangan mata ke arah tempat sujud supaya lebih khusyuk, sekalipun tuna netra, sedang shalat dekat Ka’bah, shalat di tempat yang gelap, ataupun shalat jenazah. Namun disunahkan mengarahkan pandangan mata ke jari telunjuk, terutama ketika mengangkat jari telunjuk, saat tasyahud akhir, karena ada dalil shahih tentang kesunahan itu”.
Dari penjelasan ini menjadi sangat jelas bahwa arah pandangan mata saat shalat adalah ke tempat sujudnya, sedangkan ketika melakukan tasyahud akhir arah pandangan matanya ke jari telunjuknya.
Semoga dengan menjaga arah pandangan mata saat shalat, kita bisa melaksanakan shalat dengan khusyuk, Wallahu A’lam Bishowab.







Leave a Comment