Harakatuna.com. Pekanbaru – 10 Hari belakangan di Pekanbaru, Riau, aksi teror meningkat tajam. Bukan saja Jaksa, LSM dan pihak-pihak yang kritis menyorot korupsi jadi korban. Namun kali ini yang jadi objek teror adalah tokoh masyarakat Riau T. Rusli Ahmad, ikut terbawa dalam aksi teror ini.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Riau, Kombes Pol Teddy Ristiawan membenarkan aksi ini. Pasalnya Rumah Tokoh masyarakat Riau yang juga Ketua Santri Tani Nahdatul Ulama (Santan NU) T. Rusli Ahmad, SE diteror.
Teror yang dialami ketua Santri Tani Nahdatul Ulama ini berupa tulisan kasar pada dinding rumahnya. “Rumah Ketua NU dicorat-coret pada bagian dinding rumah menggunakan tinta spidol dengan meninggalkan pesan NU dan Muhammadiyah urus agama saja. Jangan urus yang lain,” ungkapnya (Kamis/11/21) kemaren.
T Rusli Ahmad, SE saat wawancara dengan wak media mengharapkan pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini. Perlu terklarivikasi dengan jelas tindakan siapa yang menjadi dalang di bailk peristiwa ini. Rusli menilai, bahwa apa yang telah terjadi kepadanya sudah mengarah kepada tindakan terorisme, dan meresahkan masyarakat.”
“Saya berharap pihak kepolisian mengusut tuntas kasus ini. Siapa dan apa motif dari para pelaku dan adakah dalang yang telah melakukan teror di rumah saya. Saya menilai ini sudah mengarah kepada aksi terorisme membuat orang ketakutan. Berpotensi memecah belah kerukunan umat beragama.”ujar Ketum SANTAN NU tersebut.
Ketua Lembaga Adat Melayu Riau Ingatkan Minta Masyarakat Waspada Teror
Bukan tanpa alasan, sebelumnya, Ketua Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Pekanbaru sekaligus Kasi Penkum Kejaksaan Tinggi Riau. Muspidauan mendapat teror potongan kepala anjing di depan teras rumahnya usai balik salat subuh di jalan Puyuh. Tepat di Kelurahan Kampung Melayu Kecamatan Sukajadi, Pekanbaru, Jumat, (5/321).
Untuk diketahui, Santri Tani Nahdatul Ulama (SANTAN NU) selain berfokus kepada dunia pertanian perikanan, perkebunan dan peternakan. Ia berperan aktif dalam menanamkan nilai-nilai luhur pancasila. Juga toleransi antar umat beragama dan merawat kebinekaan dalam keberagaman. Selain itu juga berperan aktif dalam pencegahan dan pemberantasan intoleran, rasisme, radikalisme, dan terorisme. Proses ini melalui MoU sinergitas dan kemitraan dengan TNI dan POLRI.
Sebelumnya kemarin pada Selasa (9/3/21) Pengurus Cabang Santri Tani Nahdatul Ulama (SANTAN NU) Kota Dumai. H. Khairul Kamal, ST melakukan MoU dengan Dandim 0320 Dumai Letkol Inf Irdhan, S.E, M.M. MoU juga dengan Kapolres Kota Dumai AKBP Andri Ananta Yudisthira. Hal ini dalam rangka meningkatkan sinergitas dan menjalin kemitraan untuk meningkatkan ketahanan pangan. Terutama di bidang pertanian, perikanan, perkebunan dan peternakan.
Serta penandatanganan sinergitas dan kemitraan pemberantasan intoleran, rasisme, radikalisme, terorisme, antara pengurus Wilayah Santri Tani Nahdatul Ulama Provinsi Riau yang di ketuai oleh Prof. ILYAS HUSTI, MA dengan Danrem 031 Wirabima Brigjen TNI M. Syech Ismed yang disaksikan oleh Ketua Umum SANTAN NU T. Rusli Ahmad, SE dan Pangdam I Bukit Barisan Mayjen TNI Hassanudin di selenggarakan di Agrowisata RA Kopi Aren jalan Siak II Palas Pekanbaru Selasa, (9/2/21).








Leave a Comment