Tangkal Radikalisme Lewat Literasi, BNPT dan UIN Syekh Nurjati Gelar Bedah Buku di Cirebon

Ahmad Fairozi, M.Hum.

17/06/2025

2
Min Read
Tangkal Radikalisme Lewat Literasi, BNPT dan UIN Syekh Nurjati Gelar Bedah Buku di Cirebon

On This Post

Harakatuna.com. Cirebon – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bekerja sama dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon (UINSSC) menggelar kegiatan bedah buku bertajuk Tercerahkan dalam Kedamaian, pada Senin (16/5). Acara ini menjadi salah satu upaya strategis dalam menangkal penyebaran paham radikalisme melalui pendekatan literasi.

Direktur Penegakan Hukum BNPT, Brigjen Pol Sigit Widodo, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa literatur kerap menjadi pintu masuk dalam proses radikalisasi yang berujung pada tindakan terorisme.

“Fakta empiris dari penegakan hukum menunjukkan bahwa hampir semua kasus tindak pidana terorisme diawali dengan proses radikalisasi. Dan dalam setiap penangkapan, selalu ditemukan buku-buku bermuatan radikal dalam jumlah besar. Ini menunjukkan betapa kuatnya peran literatur dalam membentuk ideologi kekerasan,” tegasnya.

Sebagai respons terhadap fenomena tersebut, BNPT bersama para akademisi, peneliti, birokrat, dan mantan narapidana terorisme telah melakukan kajian terhadap 15 buku yang dinilai berpengaruh dalam lingkungan kelompok radikal. Hasil kajian tersebut melahirkan dua buku reflektif: Tercerahkan dalam Kedamaian: Secercah Kisah Mantan dan Tercerahkan dalam Kedamaian: Menggali Akar Radikal Terorisme di Indonesia.

“Jika buku bisa digunakan untuk menyebarkan kebencian dan kekerasan, maka buku pula yang harus digunakan untuk menyebarkan kedamaian dan pencerahan,” ujar Brigjen Sigit.

Ia juga mengajak civitas akademika UINSSC untuk aktif berpartisipasi dalam menanggulangi penyebaran ideologi kekerasan, khususnya di kalangan mahasiswa.

“Mari kita bangun kolaborasi yang tercerahkan dalam keikhlasan. Kita ingin Indonesia maju, damai, dan terbebas dari ideologi kekerasan,” tambahnya.

Sementara itu, Rektor UINSSC, Prof. Dr. Aan Jaelani, menyambut baik inisiatif BNPT menggandeng kampus dalam gerakan literasi anti-radikalisme. Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan tiga peran utama perguruan tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena relevan dengan tugas akademisi, salah satunya adalah publikasi ilmiah. Jalur paling cepat untuk membentuk pemahaman seseorang adalah melalui buku. Maka dari itu, penting bagi kita untuk mengkaji isi buku-buku yang beredar,” ujarnya.

Prof. Aan juga menekankan pentingnya menggali nilai-nilai budaya lokal Cirebon yang kental dengan spiritualitas dan semangat multikulturalisme sebagai benteng terhadap radikalisme.

“Nilai-nilai spiritual dan multikulturalisme sangat erat dengan Cirebon. Nilai-nilai tersebut dapat kita kaji dan aktualisasikan untuk memitigasi radikal terorisme di masa kini,” tutupnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model kolaboratif antara lembaga negara dan institusi pendidikan dalam membangun ketahanan intelektual dan budaya terhadap ancaman ideologi ekstrem.

Leave a Comment

Related Post