Sang Kyai dan Cinta Sejati (Bagian XXIV)
Santri duduk berbaris rapi di dalam masjid. Beberapa pengurus berdiri mengontrol santri agar duduknya tetap teratur dan mengikuti pengajaran kitab dengan baik sampai
02/02/2020
Santri duduk berbaris rapi di dalam masjid. Beberapa pengurus berdiri mengontrol santri agar duduknya tetap teratur dan mengikuti pengajaran kitab dengan baik sampai
02/02/2020
Beberapa bilik, termasuk Masjid Akbar pesantren, berselimut petang. Hanya lampu halaman bilik dan masjid yang menerangi sekitar, pun juga sinar lampu menara masjid.
26/01/2020
Berdua mengintip senja kala itu serasa di depan mata. Momen itu terkesan berharga dalam hidup Diva. Catatan harian diwarnai kegembiraan. Belum ada momen
19/01/2020
Hampir semua pengurus pesantren tahu, bahwa Diva telah membawa Pesantren Annuqayah di ranah nasional, setelah Nadia menceritakannya. Kabar mengembirakan ini akhirnya terdengar pengasuh
12/01/2020
“Adel, bangun dong!” paksa Hanum mencubit-cubit kulitnya. Bantal guling yang dipeluknya dipindah menutupi kepalanya. Tidak mempedulikan godaan Hanum dari tadi. “Adelll..!” Hanum makin
05/01/2020
Di perjalanan berikutnya Diva melamun. Mobil digas, bergerak pelan sambil menikmati kemacetan di perjalanan. Fairuz duduk di sebelah Diva. Tiada kata yang diobrolkan.
29/12/2019