Mengintip Senja Berdua (Bagian XXXVI-The End)
Sehari di hotel banyak cerita yang terbingkai, mulai pertemuan dengan sang kakek, memimpikan sosok lelaki yang dirindukan, sampai jiwa yang digoncang badai yang maha
03/05/2020
Sehari di hotel banyak cerita yang terbingkai, mulai pertemuan dengan sang kakek, memimpikan sosok lelaki yang dirindukan, sampai jiwa yang digoncang badai yang maha
03/05/2020
Stasiun demi stasiun terlewati. Pagi itu Jakarta kembali tersemai di depan mata. Bukan mimpi. Diva baru sampai di Stasiun Pasar Senen. Stasiun belum
19/04/2020
Orang Madura yang merantau ke Jakarta biasanya naik bus di Terminal Wiraraja Sumenep sampai Terminal Bungurasi Surabaya. Dari terminal menuju ke Stasiun Pasar
12/04/2020
Senja berkejaran di pelataran pesantren. Seakan mimpi, mengingat awal kali memandangi menara masjid yang tinggi menjulang ke langit. Pertama tidak kerasan nan muak
05/04/2020
Sebelum sore menjelang, Fairuz pamit dari pesantren untuk pulang kampung. Tidak ingin mengintip senja yang berkejaran di bilik-bilik pesantren seperti yang ditunggu hampir
29/03/2020
Di samping bilik pesantren tersedia warnet. Biasanya santri pada antre, karena fasilitas serba terbatas, sementara penggunanya melimpah. Santri dilatih sabar menunggu. Yang datang
22/03/2020