Semburat Senja (Bagian XXXVII)
Semburat senja berbinar indah di pelataran ibu kota. Memandangi senja seakan mengenangmu, Fai. Mengingat masa indah yang sudah sirna bak semburat senja yang
10/05/2020
Semburat senja berbinar indah di pelataran ibu kota. Memandangi senja seakan mengenangmu, Fai. Mengingat masa indah yang sudah sirna bak semburat senja yang
10/05/2020
Banyak orang menyebut saya Zulkifli. Lengkapnya, Zulkifli Muhammad Ali. Eh, jangan lupa juga dipanggil “Ustaz”. Hitung-hitung jualan status sosial, naikkan angka view, apalagi
08/05/2020
Sore ini membuatku flashback sembari mengajakku memandangi luasnya sawah tempat Eppa’ dan Emma’ mengayuh rezeki saban hari. Tempat itu menenangkanku saat hati mulai
07/05/2020
Baru sampai di kampung Madura setelah beberapa jam perjalanan dari Jakarta, seorang tetangga dekat bertanya dengan nada penuh khawatir tentang “dukhan” yang sekarang
06/05/2020
Setelah kemarin kita bertemu pada kajian keislaman tentang Islam dan Radikalisme, kini kita akan berdiskusi tentang Bersatu di Tengah Perbedaan. Tema kali ini
04/05/2020
Sebut saja saya Amy. Saya perempuan Indonesia tulen. Ayah dan Ibu saya asli Indonesia. Saya pun lahir di Indonesia. Dari kecil saya bermain
01/05/2020