Spanyol dan Slovenia Desak Uni Eropa Embargo Senjata ke Israel, Tekan Sanksi Tambahan

Ahmad Fairozi, M.Hum.

30/05/2025

2
Min Read

On This Post

Harakatuna.com. Madrid – Spanyol dan Slovenia menyerukan Uni Eropa untuk memberlakukan embargo senjata terhadap Israel, menangguhkan hubungan dagang, serta menjatuhkan sanksi tambahan terhadap individu yang terlibat dalam konflik berkepanjangan di Palestina. Desakan ini disampaikan oleh Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez usai pertemuan dengan Perdana Menteri Slovenia Robert Golob di Madrid, Kamis (29/5), dalam rangka memperingati satu tahun pengakuan kedua negara atas negara Palestina.

Dalam konferensi pers bersama, Sánchez menegaskan pentingnya konsistensi sikap Uni Eropa dalam menghadapi krisis internasional. “Tidak boleh ada standar ganda antara Gaza dan Ukraina. Saya yakin Spanyol dan Slovenia menunjukkan sikap yang konsisten dalam membela hak-hak kedua belah pihak,” ujarnya.

Sánchez juga menyoroti pelanggaran hak asasi manusia yang terus berlangsung di wilayah Gaza dan jumlah korban jiwa yang terus bertambah akibat agresi Israel. “Lebih dari 50.000 nyawa telah hilang, dan pelanggaran HAM terjadi setiap hari. Kita tidak bisa berdiam diri,” tegasnya.

Kedua pemimpin negara itu kembali menyerukan solusi dua negara yang adil dan berkelanjutan sebagai jalan keluar dari konflik, serta mendesak diterapkannya gencatan senjata segera, pembebasan para sandera, dan pengiriman bantuan kemanusiaan yang memadai ke wilayah Gaza.

Perdana Menteri Slovenia Robert Golob turut menyuarakan keprihatinannya terhadap situasi di Gaza, yang ia sebut sebagai “bencana kemanusiaan”. Ia menyampaikan harapan agar masyarakat internasional segera mengambil langkah konkret untuk mengakhiri penderitaan rakyat Palestina.

“Pada bulan Juni akan diadakan sejumlah pertemuan penting terkait situasi ini, dan kami berharap akan muncul secercah harapan serta kelegaan bagi warga Gaza,” kata Golob.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares sebelumnya telah menyatakan bahwa negara-negara pendukung Palestina berencana menjadikan pertemuan Majelis Umum PBB pada 16 Juni sebagai momentum besar untuk mendorong pengakuan lebih luas terhadap negara Palestina.

Pedro Sánchez juga memberikan tanggapan menyentuh terkait pidato emosional yang disampaikan Duta Besar Palestina di hadapan Dewan Keamanan PBB pada Rabu lalu. “Itu adalah momen yang menggugah hati, khususnya bagi mereka yang menjunjung tinggi hukum dan tatanan internasional. Melihatnya menangis tersedu-sedu di tengah ketidakpedulian dunia adalah gambaran nyata dari penderitaan rakyat Palestina,” tuturnya.

Langkah-langkah yang diusulkan oleh Spanyol dan Slovenia ini memperlihatkan tekanan diplomatik yang semakin meningkat terhadap Israel di tengah krisis kemanusiaan yang terus memburuk di Gaza. Keduanya berharap agar Uni Eropa bersatu dalam mengambil langkah tegas demi perdamaian yang berkelanjutan di Timur Tengah.

Leave a Comment

Related Post