Silaturahmi Lebaran, Uskup dan Ketua PWNU Sumsel Perkuat Toleransi

Ahmad Fairozi, M.Hum.

26/03/2026

2
Min Read
Silaturahmi Lebaran, Uskup dan Ketua PWNU Sumsel Perkuat Toleransi

On This Post

Harakatuna.com. Sumatera Selatan – Semangat toleransi dan persaudaraan antarumat beragama terlihat kuat dalam momen silaturahmi yang berlangsung di kediaman Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumatera Selatan, KH Hendra Zainuddin Al Qodiri, di Talang Jambe, Rabu (25/3/2026). Kunjungan tersebut dihadiri langsung oleh Uskup Agung Palembang, Mgr. Yohanes Harun Yuwono, dalam rangka merayakan Idulfitri 1447 Hijriah.

Pertemuan ini menjadi momen penting yang mempertemukan dua tokoh lintas agama di Sumatera Selatan. Dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, Mgr. Yohanes Harun Yuwono menyampaikan ucapan selamat Idulfitri sekaligus permohonan maaf lahir dan batin kepada KH Hendra Zainuddin beserta keluarga besar PWNU Sumsel.

“Dalam suasana Lebaran ini, kita perlu semakin mempererat hubungan persaudaraan antarumat beragama, khususnya di Kota Palembang. Saya mewakili umat Kristiani di Sumatera Bagian Selatan mengucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri,” ujar Mgr. Harun.

Ia menegaskan bahwa keharmonisan dan toleransi yang terus terjaga merupakan fondasi penting dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang damai di Sumatera Selatan.

Sementara itu, KH Hendra Zainuddin Al Qodiri menyambut hangat kehadiran rombongan Keuskupan Palembang. Dalam perbincangan santai, kedua tokoh membahas berbagai kesamaan nilai dalam ajaran agama, khususnya dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara.

KH Hendra menjelaskan konsep ijma ulama dalam Islam yang berperan menjaga kemurnian ajaran, yang menurutnya memiliki kesamaan prinsip dengan magisterium dalam tradisi Gereja Katolik.

“Kami berdiskusi mengenai penerapan kaidah keimanan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menentukan mana yang perlu didahulukan antara teks atau konteks dalam menghadapi situasi nyata,” jelas KH Hendra.

Ia juga mengungkapkan kekagumannya terhadap tokoh Nahdlatul Ulama, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, yang dikenal memiliki wawasan luas, termasuk dalam mempelajari dokumen Konsili Vatikan II serta ajaran sosial Gereja.

Silaturahmi lintas iman ini diharapkan semakin memperkuat nilai toleransi dan kebersamaan di tengah masyarakat, sekaligus menjadi teladan dalam merawat kerukunan antarumat beragama di Indonesia.

Leave a Comment

Related Post