Setahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, CELIOS: Publik Kecewa dan Beri Nilai Rata-Rata 3 dari 10

Ahmad Fairozi, M.Hum.

27/10/2025

2
Min Read
Prabowo-Gibran

On This Post

Harakatuna.com. Jakarta —Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dinilai belum mampu memenuhi ekspektasi publik setelah satu tahun masa kepemimpinan mereka. Hal itu terungkap dari hasil survei Center of Economic and Law Studies (CELIOS) yang memberikan nilai rata-rata 3 dari skala 10 terhadap kinerja pemerintahan.

Direktur Kebijakan Fiskal CELIOS, Media Wahyu Askar, mengatakan bahwa hasil tersebut mencerminkan kekecewaan publik terhadap capaian kebijakan dan janji politik yang belum terealisasi secara optimal. “Rata-rata nilainya berada di angka 3 dari 10. Kalau diibaratkan nilai sekolah, angka 3 ini bahkan jauh di bawah standar kelulusan yang biasanya 6 atau 7. Artinya, publik menilai kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran masih belum memuaskan,” ujar Media Wahyu dalam pemaparan hasil survei di Jakarta, dikutip dari Tempo.co.

Survei nasional ini melibatkan 1.338 responden dari berbagai wilayah Indonesia. CELIOS menilai kinerja pemerintahan melalui beberapa indikator, antara lain pencapaian program, pemenuhan janji politik, kesesuaian kebijakan dengan kebutuhan publik, dan kualitas kepemimpinan.

Hasilnya, 43 persen responden menilai capaian program selama setahun pemerintahan tergolong “cukup buruk”, 26 persen menyebut “buruk”, dan 29 persen menilai “sangat buruk”. Sementara untuk indikator pemenuhan janji politik, 56 persen responden menilai hanya sebagian kecil janji yang terealisasi, dan 43 persen menilai janji-janji kampanye belum terpenuhi sama sekali.

CELIOS juga mencatat bahwa 80 persen responden menganggap kebijakan pemerintah belum sesuai dengan kebutuhan publik, khususnya dalam bidang ekonomi dan kesejahteraan sosial. “Sebagian besar publik menilai kebijakan yang dijalankan belum menyentuh kebutuhan nyata masyarakat. Pemerintah tampak belum punya arah kebijakan yang benar-benar berdampak langsung,” tambah Media Wahyu.

Selain itu, hasil survei menunjukkan mayoritas publik menilai kualitas kepemimpinan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran masih lemah. Sebanyak 31 persen responden menilai buruk, dan 33 persen menilai sangat buruk. Bahkan, 96 persen responden berpendapat perlu ada pergantian pejabat publik yang kinerjanya dianggap tidak optimal.

Peneliti CELIOS, Galau D. Muhammad, menilai hasil survei ini menjadi alarm penting bagi pemerintah untuk segera melakukan evaluasi besar-besaran, termasuk perombakan kabinet dan penataan ulang struktur kementerian. “Warna merah dalam laporan kami menunjukkan rapor merah untuk pemerintahan. Tidak ada cara lain kecuali melakukan evaluasi total — mulai dari reshuffle kabinet, memangkas kementerian yang tidak efektif, dan memastikan arah kebijakan benar-benar pro rakyat,” tegas Galau.

CELIOS menegaskan, survei ini dilakukan untuk mengukur persepsi publik secara objektif terhadap kinerja satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, sekaligus mendorong pemerintah agar memperbaiki arah kebijakan pada tahun-tahun berikutnya. “Publik menunggu langkah konkret. Harapan mereka sederhana: agar pemerintahan ini benar-benar bekerja untuk kepentingan rakyat, bukan sekadar memenuhi janji politik,” tutup Media Wahyu.

Leave a Comment

Related Post