Harakatuna.com. Gaza – Serangan udara Israel kembali menargetkan wilayah sipil di Jalur Gaza, dengan sasaran dua sekolah yang menampung para pengungsi. Akibat serangan tersebut, sedikitnya 49 warga Palestina dilaporkan gugur sejak Selasa malam hingga Rabu dini hari (7/5), sebagian besar di antaranya adalah anak-anak, perempuan, dan lansia.
Menurut laporan Koresponden WAFA yang mengutip sumber medis, serangan paling mematikan terjadi di Sekolah Abu Hamisa, yang terletak di kamp pengungsi Al-Bureij, Jalur Gaza tengah. Sekolah yang digunakan sebagai tempat perlindungan ini dibombardir dua kali, menyebabkan sedikitnya 33 warga sipil tewas dan sekitar 73 lainnya luka-luka.
“Serangan itu menghantam sekolah dua kali, meskipun tempat itu jelas digunakan untuk perlindungan warga sipil,” ujar seorang petugas medis di lokasi yang enggan disebut namanya karena alasan keamanan.
Sementara itu, serangan lain juga terjadi di Sekolah Al-Karama yang berada di wilayah timur Kota Gaza pada Rabu dini hari. Serangan tersebut menewaskan sedikitnya 16 warga sipil dan menyebabkan puluhan korban luka.
Laporan terbaru ini menambah daftar panjang korban dalam agresi Israel yang berlangsung sejak 7 Oktober 2023. Berdasarkan data otoritas kesehatan Gaza, total korban jiwa telah mencapai 52.615 orang, dengan lebih dari 118.752 lainnya mengalami luka-luka. Mayoritas korban adalah perempuan dan anak-anak.
“Kami menyaksikan kehancuran yang sangat parah. Tidak ada tempat yang aman lagi di Gaza, bahkan sekolah yang seharusnya menjadi tempat perlindungan,” ungkap seorang warga Al-Bureij yang selamat dari serangan.
Komunitas internasional terus didesak untuk mengambil tindakan terhadap meningkatnya kekerasan dan serangan terhadap fasilitas sipil di wilayah konflik tersebut. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Israel mengenai serangan terhadap kedua sekolah tersebut.








Leave a Comment