Harakatuna.com. Damaskus — Situasi keamanan di Suriah kembali terguncang setelah kelompok ISIS melancarkan serangan mematikan di Kota Raqa. Empat personel keamanan dilaporkan tewas dalam insiden yang terjadi pada Senin (23/02/2026), hanya beberapa pekan setelah kota tersebut kembali berada di bawah kendali pemerintah.
Serangan menyasar pos pemeriksaan keamanan dan menjadi aksi kedua dalam dua hari terakhir. Peristiwa ini menunjukkan bahwa jaringan ISIS masih memiliki kapasitas untuk melakukan serangan sporadis di wilayah yang sebelumnya menjadi basis kekuatan mereka.
Mengutip laporan Agence France-Presse (AFP), Selasa (24/02/2026), Kementerian Dalam Negeri Suriah mengonfirmasi jatuhnya korban dari kalangan aparat. Pemerintah menyebut serangan tersebut sebagai bagian dari upaya kelompok ekstremis untuk mengganggu stabilitas nasional.
“Empat petugas keamanan gugur saat menjaga pos pemeriksaan. Serangan ini merupakan tindakan teror yang tidak akan kami biarkan terulang,” demikian pernyataan resmi kementerian.
Dalam insiden tersebut, aparat keamanan juga dilaporkan berhasil menewaskan satu pelaku serangan. “Pasukan kami merespons dengan cepat dan melumpuhkan salah satu penyerang di lokasi kejadian,” lanjut keterangan itu.
Sehari sebelumnya, aksi serupa juga terjadi di wilayah yang sama. Pemerintah menyatakan satu pelaku tewas dalam kejadian pada Minggu, meski tidak merinci apakah terdapat korban dari pihak aparat dalam peristiwa tersebut.
Raqa memiliki posisi penting dalam konflik Suriah. Kota itu pernah menjadi pusat kekuasaan de facto ISIS sebelum direbut oleh pasukan Kurdi yang didukung Amerika Serikat pada 2019. Bulan lalu, pemerintah di Damaskus kembali mengambil alih kendali atas Raqa, mengakhiri kekuasaan pasukan Kurdi di wilayah tersebut.
Meski telah kehilangan wilayah teritorialnya, ISIS diyakini masih mengaktifkan sel-sel tidur di kawasan gurun Suriah. Serangan terbaru di Raqa dipandang sebagai upaya kelompok tersebut untuk menunjukkan eksistensi di tengah dinamika politik nasional.
Sejak pergantian pemerintahan pada Desember 2024 yang menggulingkan Bashar al-Assad, otoritas baru Suriah berupaya menampilkan pendekatan yang lebih moderat kepada komunitas internasional. Pemerintah juga disebut meningkatkan kerja sama dalam operasi pemberantasan sisa-sisa jaringan ISIS.
Namun, rangkaian serangan di Raqa menegaskan bahwa stabilitas keamanan di wilayah bekas basis ISIS itu belum sepenuhnya pulih. Pemerintah kini menghadapi tantangan besar untuk memastikan kawasan tersebut tidak kembali terjerumus ke dalam konflik berkepanjangan.








Leave a Comment