Senator AS Desak Akhiri Blokade Gaza

Ahmad Fairozi, M.Hum.

20/05/2025

2
Min Read
Senator AS Desak Akhiri Blokade Gaza Ahmad Fairozi BNPT

On This Post

Harakatuna.com. Washington D.C. – Senator Amerika Serikat, Chris Van Hollen, menyerukan penghentian segera blokade pangan yang diberlakukan Israel terhadap Jalur Gaza, seraya memperingatkan bahwa situasi kemanusiaan di wilayah tersebut telah mencapai titik kritis.

Dalam pernyataan tegas yang disampaikan melalui akun media sosial X pada Sabtu (17/5), senator asal Maryland itu menuduh pemerintahan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bertanggung jawab atas kelaparan massal yang kini melanda lebih dari dua juta warga sipil Palestina.

“Biarkan makanan masuk ke Gaza SEKARANG! Netanyahu dan pemerintahannya membuat 2 juta warga sipil kelaparan,” tulis Van Hollen, mengutip laporan Program Pangan Dunia yang memperingatkan risiko kelaparan menyeluruh di Gaza.

Van Hollen mengungkapkan bahwa blokade telah berlangsung selama lebih dari 76 hari, dengan puluhan truk berisi bantuan pangan tertahan di perlintasan perbatasan dan dilarang masuk ke wilayah yang terkepung itu. “Anak-anak telah meninggal karena kelaparan, sementara truk bantuan dibiarkan menunggu. Ini adalah pelanggaran berat terhadap hukum internasional,” ujar Van Hollen seperti dikutip Anadolu Agency.

Senator Demokrat tersebut juga menyinggung keterlibatan Amerika Serikat secara tidak langsung dalam kebijakan yang menyebabkan penderitaan massal di Gaza. Israel diketahui telah menutup total jalur masuk bantuan kemanusiaan—termasuk makanan, air bersih, dan obat-obatan—sejak 2 Maret 2025. Situasi ini semakin memburuk setelah operasi militer Israel kembali dilanjutkan pada 18 Maret, usai upaya negosiasi gencatan senjata mengalami kebuntuan.

Menurut laporan terbaru, jumlah korban jiwa di Gaza sejak pecahnya konflik pada Oktober 2023 telah melebihi 53.200 orang, mayoritas di antaranya adalah perempuan dan anak-anak. Van Hollen menjadi salah satu suara yang semakin vokal dari kalangan politisi AS yang mendesak perubahan kebijakan terhadap Israel, khususnya terkait akses bantuan kemanusiaan di tengah perang yang berkepanjangan.

Leave a Comment

Related Post