Seminar Kebangsaan di Nunukan: Perkuat Persatuan, Tangkal Radikalisme di Perbatasan

Ahmad Fairozi, M.Hum.

17/10/2025

2
Min Read

On This Post

Harakatuna.com. Nunukan – Kabupaten Nunukan dinilai rawan terhadap penyebaran paham radikalisme dan terorisme. Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Nunukan menggelar Seminar Kebangsaan bertema Menangkal Radikalisme dan Memperkokoh Persatuan di Perbatasan pada Kamis (16/10/2025).

Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan, Jabbar, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat daya cegah dan daya tangkal masyarakat terhadap ideologi radikal.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat sekali dalam rangka membangun daya cegah, daya tangkal, dan daya lawan terhadap ideologi radikalisme dan terorisme. Semoga melalui kegiatan ini, tercipta strategi nasional dalam mewujudkan Indonesia yang sehat mental, keluarga cerdas, dan tangguh dalam pencegahan radikalisme serta terorisme,” ujar Jabbar.

Ia menekankan, kegiatan sosialisasi ini menyasar langsung masyarakat di perbatasan, termasuk melalui organisasi kemasyarakatan, agar tidak terpapar paham radikal. Menurutnya, kelompok yang paling rentan adalah anak-anak, remaja, dan perempuan.

“Kami menyambut baik upaya bersama ini. Mengingat masyarakat kita yang ada di perbatasan, khususnya anak, remaja, dan perempuan, merupakan kelompok yang sangat rentan dipengaruhi serta disusupi oleh paham-paham tersebut,” jelasnya.

Jabbar menuturkan, perempuan sering menjadi target utama perekrut jaringan terorisme. Jika seorang ibu terpapar, maka risiko penularan pemahaman radikal kepada anak semakin besar.

“Begitu pula dengan para remaja, mereka juga kelompok rentan yang mudah terpapar melalui media sosial atau konten daring. Ada berita, ajaran, dan narasi ekstrem yang bisa menyeret anak-anak muda kepada tindakan radikalisme hingga terorisme,” paparnya.

Lebih lanjut, Jabbar menegaskan pentingnya keterlibatan keluarga dan sekolah dalam pencegahan. Pengawasan orang tua terhadap anak menjadi kunci, terutama bagi remaja yang sedang mencari jati diri.

“Upaya pencegahan paham radikalisme dan terorisme harus dilakukan secara masif, terutama kepada ibu-ibu, keluarga, dan juga sekolah. Jika anak-anak tidak dibimbing dengan baik, mereka akan mudah terpengaruh oleh paham-paham berbahaya tersebut,” tegasnya.

Leave a Comment

Related Post