Harakatuna.com – Salah satu aktivitas kehidupan yang sering dilakukan oleh manusia adalah merantau. Tentu aktivitas merantau ini memiliki banyak tujuan seperti mencari pekerjaan, menimba ilmu, tugas negara, dan lain sebagainya. Ketika hendak berangkat merantau ada satu anjuran Rasulullah yang sebaiknya dilakukan oleh umat Islam, yaitu meminta nasihat dan doa orang saleh.
Sudah menjadi kebiasaan di sebagian masyarakat kita, ketika hendak berangkat merantau meminta izin dan pamitan kepada orang tua, atau guru ngaji terutama bagi mereka yang merantau untuk mencari ilmu. Ternyata kebiasaan ini merupakan anjuran Rasulullah dan yang melakukan hal tersebut tentu akan mendapatkan pahala. Hal ini pernah dicontohkan oleh seorang sahabat, ketika hendak merantau meminta nasihat kepada Rasulullah dan Rasulullah pun mendoakan orang tersebut.
أَنَّ رجلًا قالَ : يا رسولَ اللَّهِ إنِّي أريدُ أن أسافِرَ فَأوصِني قالَ : عليكَ بتقوَى اللَّهِ والتَّكبيرِ على كُلِّ شَرَفٍ فلمَّا ولَّى الرَّجُلُ قالَ اللَّهُمَّ اطوِ لَه الأرض وَهوِّن عليهِ السَّفرَ
Artinya: “Seorang laki-laki berkata, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku akan melakukan perjalanan, maka berilah nasihat kepadaku.’ Maka, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Hendaknya engkau senantiasa bertakwa kepada Allah Ta’ala dan bertakbir setiap kali berada di ketinggian.’ Tatkala laki-laki tersebut telah pergi. Nabi berdoa, ‘Ya Allah lipatlah bumi ini untuknya dan mudahkanlah perjalanannya.’” (HR. Tirmidzi no. 3445)
Dengan meminta nasihat kepada orang saleh ketika hendak merantau, kita akan mendapatkan nasihat yang berguna dalam perjalanan. Tentunya juga akan mendapatkan doa kebaikan, keselamatan, dan kemudahan dalam perjalanan yang akan kita tempuh.
Selain itu, orang yang hendak berangkat merantau selama dalam perjalanan sangat dianjurkan untuk memperbanyak membaca doa. Doa orang yang sedang dalam perjalanan merantau diijabah oleh Allah.
ثلاثُ دعواتٍ مستجاباتٌ لا شَكَّ فيهِنَّ ؛ دَعوةُ المظلومِ ، ودعوةُ المسافرِ ، ودعوةُ الوالدِ على ولدِهِ
Artinya: “Ada tiga doa mustajab yang tidak disangsikan lagi. Yaitu doa orang teraniaya, doa orang dalam perjalanan, dan doa orang tua untuk anaknya.” (HR. Abu Dawud)
Memang ketika orang merantau ada yang sukses dan ada yang stagnan. Kebanyakan mereka yang sukses di perantauan bisa diprediksi adalah mereka yang meminta nasihat kepada orang saleh terlebih dahulu baik orang tuanya, kakeknya maupun kiai dan sering memanjatkan doa ketika merantau.
Walhasil ketika hendak berangkat merantau baik untuk urusan pekerjaan atau mencari ilmu mintalah nasihat kepada orang saleh. Karena hal ini merupakan anjuran Rasulullah. Wallahu A’lam Bishowab.







Leave a Comment