Sambut Kunjungan Grand Syekh ke PSQ, Quraish Shihab: Al-Azhar Banyak Kiprah untuk Indonesia, Umat Islam, dan Kemanusiaan

Harakatuna

10/07/2024

3
Min Read
Grand PSQ

On This Post

Harakatuna.com – Pendiri Pusat Studi Al-Qur’an (PSQ), Prof. Quraish Shihab menyambut kedatangan Grand Syekh Al-Azhar, Prof. Ahmad Ath-Thayyib di Aula Masjid Bayt Al-Qur’an, Pondok Cabe, Selasa (9/7) kemarin. Selain Quraish Shihab, kunjungan Grand Syekh juga disambut puluhan ulama, di antaranya Gus Baha, Habib Jindan, Habib Ali Assegaf, seluruh keluarga besar pengasuh Pondok Pesantren Bayt Al-Qur’an, dan segenap Dewan Pakar PSQ.

Acara dipandu oleh Muhammad Arifin, salah satu Dewan Pakar PSQ. Sementara itu, sambutan disampaikan oleh Muchlis M. Hanafi, Direktur PSQ. Kunjungan Grand Syekh dikemas dengan sesi tanya jawab. Mewakili Dewan Pakar PSQ, Ali Nurdin yang notabene Dosen Universitas PTIQ dan Pengasuh Ma’had Nurul Qur’an bertanya tentang makna wasatiah. Grand Syekh pun menjawab, dan kemudian dilanjutkan oleh Quraish Shihab.

Banyak hal yang Quraish Shihab sampaikan ketika menyambut kunjungan Grand Syekh Al-Azhar, Prof. Ahmad Ath-Thayyib. Menurutnya, ucapan terima kasih atas kunjungan Grand Syekh tidak cukup hanya dengan kata-kata. Pasalnya, kiprah Al-Azhar untuk peradaban tak terhitung.

“Terlalu banyak yang diberikan Al-Azhar, tidak hanya untuk Indonesia, tidak hanya untuk umat Islam, tetapi juga untuk kemanusiaan. Tanpa Al-Azhar, saya pun bukan siapa-siapa,” ucap Prof. Quraish sembari menceritakan kenangan masa studinya di Mesir yang sudah berlangsung sejak usia empat belas tahun.

Selain itu, menurut Prof. Quraish Shihab, kehadiran Grand Syekh ke PSQ memberikan dorongan kuat untuk PSQ bekerja lebih keras, yakni melanjutkan perjuangan moderasi atau wasatiah Islam sebagai cita-cita Al-Azhar untuk peradaban Islam dan khususnya Indonesia.

“Pasti sebagian yang hadir di sini tidak semuanya bisa mencerna apa yang disampaikan Grand Syekh. Ada juga yang datang dengan niat yang penting ketemu walaupun hanya sejenak. Harapan kami besar. Kami sangat bersyukur atas kehadiran antum ya Grand Syekh,” tegas pendiri PSQ.

Untuk dipahami, maksud Prof. Quraish di situ adalah bahwa kehadiran Grand Syekh di PSQ menjadi dorongan moral bagi lembaga untuk terus mengedepankan moderasi atau wasatiah dalam pendidikan Islam. Ia menegaskan komitmen PSQ terhadap wasatiah sebagai cita-cita Al-Azhar yang sejalan dengan misi PSQ—yang diperjuangkan melalui kaderisasi pendidikan. Pendidikan berbasis wasatiah adalah misi utama yang wajib dilakukan.

Di situ Prof. Quraish juga berbagi kenangan pribadinya saat menuntut ilmu di Al-Azhar, yang kemudian membentuk pemahaman agama yang mendalam, juga kuatnya komitmen dalam menyebarkan nilai-nilai wasatiah di Indonesia. Ia berharap kehadiran Grand Syekh bisa menjadi inspirasi semua hadirin untuk lebih memahami dan mengamalkan ajaran wasatiah ke dalam lembaga pendidikan.

Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PSQ berlangsung singkat. Namun, kunjungan itu tidak sekadar jadi simbol hubungan erat antara Indonesia dan Al-Azhar, tetapi juga menjadi momentum penting memperkuat komitmen terhadap wasatiah Islam atau moderasi beragama. Melalui upaya bersama, wasatiah wajib terus dimasyarakatkan hingga mengakar kuat di tengah-tengah umat Islam di Indonesia. (Khr)

Leave a Comment

Related Post