Harakatuna.com. Medan – Suara menggelegar terdengar menjelang pukul 10.00 WIB, Rabu, 13 November 2019, berasal dari sebuah bom yang meledak di area Polrestabes Medan. Menurut pengakuan saksi mata, Edo Syahputra, seorang peracik kopi Aceh yang depotnya berseberangan dari lokasi. Ledakan bom medan teerssebut terasa begitu keras.
“Suaranya menggelegar gitu, sampai terasa guncang,” kata dia kepada media di Medan, Rabu, 13 November 2019.
Sewaktu kejadian, pria berusia 28 tahun ini sedang bekerja di lapaknya mencari nafkah yang biasa dikunjungi para petugas Polisi. Sementara saksi mata lainnya, Iwan, seorang juru parkir di depan kantor Polrestabes mengatakan, pada saat kejadian dia sedang berada di sana. Seingatnya, jarum jam saat itu masih menunjukkan pukul 08.35 WIB.
Namun tiba-tiba saja terdengar bunyi gemuruh. Tak lama berselang muncul asap membubung tinggi dari area Polrestabes Medan. Sontak ledakan itu membuat orang-orang kocar-kacir untuk menyelamatkan diri.
Sementara, petugas Kepolisian yang sedang santai menyeruput kopi, langsung masuk ke dalam, mengecek markasnya. “Waktu itu aku lagi ngatur-ngatur kereta (sepeda motor), tiba-tiba ada ledakan keras sekali. Aku terkejut kali, dan orang-orang mulai berlarian ke luar. Orang-orang yang sedang ngopi, kebanyakan polisi, juga bubar keluar dari kedai kopi,” kata pria berusia 50 tahun ini.
Saksi lainnya yang ditemui media, Mukmin Simbolon menerangkan, akibat ledakan di Polrestabes Medan, ada serpihan yang terpental terlempar ke luar. “Serpihan itu berasal dari dalam, sampai ke luar, saking kuatnya ledakan,” katanya.
Seperti diwartakan media sebelumnya, kejadian bom bunuh diri terjadi di dalam kawasan perkantoran Polrestabes Medan, Rabu pagi tadi. Saat kejadian, sebuah sepeda motor yang ditunggangi dua orang pemakai jaket ojek online (ojol) memasuki area Polrestabes. Seorang pria menggunakan jaket hijau hitam terlihat berjalan sendirian, tak lama berselang terjadi sebuah ledakan.
Pelaku Bom Medan
Dari sejumlah keterangan yang dihimpun dari lokasi kejadian, peristiwa itu menewaskan satu orang eksekutor atau pelaku bom bunuh diri. Hingga siang ini, sejumlah polisi masih berjaga di sekitar Polrestabes Medan. Belum ada keterangan resmi dari Polda Sumatera Utara maupun Polrestabes Medan mengenai pelaku dan modus dari aksi terorisme ini.
Namun, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari lokasi kejadian, beberapa personel Kepolisian Polrestabes Medan terluka, dan warga sipil yang sedang mengurus SKCK juga terkena imbas ledakan.
Berikut nama-nama korban yang berhasil media peroleh:
1. Kompol Abdul Mutolip Kasi Propam Polrerabes Medan mengalami luka tangan kanan robek.
2. Kompol Sarponi Kasub Bag Bin Ops Polrestabes Medan mengalami luka robek bokong sebelah kanan.
3. Aipda Deni Hamdani Brigadir Si Propam Polrestabes Medan mengalami luka-luka terkena serpihan.
4. Bripka Juli Chandra Brigadir Si Propam Polrestabes Medan, mengeluhkan telinga sebelah kanan tidak bisa mendengar.
5. Ricard Purba PHL Bag Ops mengalami luka memar di wajah dan lengan.
6. Ihsan Mulyadi Siregar, Lk, 27 thn, Mahasiswa, Jl. Bakti Suka Dono Dusun IV Kel. Tanjung Gusta Kec. Sunggal, mengalami luka di pinggul sebelah kiri terkena serpihan.
Keenam korban saat ini dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara di Markas Brimob di Jalan Wahid Hasyim, Medan.







