Saat Hendak Berhutang, Anjuran Nabi Niatkan Hati Untuk Bisa Melunasinya

Ahmad Khalwani, M.Hum

01/08/2024

2
Min Read
Berhutang

On This Post

Harakatuna.com – Salah satu lika-liku kehidupan yang cukup pelik dihadapi oleh masyarakat adalah hutang piutang. Hutang memang menjadi salah satu alternatif penyelesaian dari permasalahan kehidupan yang sedang menghimpit. Dan perlu diketahui hutang piutang dalam Islam itu diperbolehkan, namun demikian, saat hendak berhutang selalu niatkan dalam hati untuk bisa melunasinya

Sekarang ini banyak sekali hutang yang tidak terbayarkan, justru orang yang menghutangi dianggap pengemis dan orang yang berhutang malah galaknya luar biasa ketika ditagih. Nabi Muhammad sendiri dalam sebuah hadisnya menjelaskan etika ketika hendak berhutang. Nabi menganjurkan ketika hendak berhutang maka harus mempunyai tekad untuk bisa melunasinya. Dengan mempunyai tekad ini maka Allah akan membantu melunasinya, namun apabila ketika berhutang tidak punya itikad baik untuk melunasinya maka ia akan susah melunasi hutangnya

  مَنْ أَخَذَ أَمْوَالَ النَّاسِ يُرِيدُ أَدَاءَهَا أَدَّى اللَّهُ عَنْهُ، وَمَنْ أَخَذَ يُرِيدُ إِتْلاَفَهَا أَتْلَفَهُ اللهُ 

Artinya: “Siapapun yang mengambil harta-harta manusia (berhutang) dengan niatan ingin melunasinya, Allah akan melunaskannya. Dan siapapun yang berhutang dengan niat ingin merugikannya, Allah akan membinasakannya”. (HR. Bukhari)

Dari hadis ini menjadi jelas bahwa orang yang berhutang tapi tidak mempunyai itikad baik untuk melunasinya maka Allah akan membinasakannya. Orang yang berutang dan tidak punya itikad baik untuk melunasinya padahal sebenarnya ia mampu maka ia akan dibinasakan Allah baik di dunia dan akhirat. Di dunia ia tidak akan merasakan ketenangan hidup, dan diakhirat tidak akan masuk surga karena meninggalkan hutang

مَنْ فَارَقَ الرُّوحُ الْجَسَدَ وَهُوَ بَرِيءٌ مِنْ ثَلَاثٍ دَخَلَ الْجَنَّةَ مِنْ الْكِبْرِ وَالْغُلُولِ وَالدَّيْنِ  

Artinya: “Siapa pun yang rohnya berpisah dari jasad sedangkan ia terbebas dari tiga perkara ini, ia pasti akan masuk surga. Yaitu terbebas dari sombong, khianat, dan utang (HR. Ibnu Majah)

Walhasil ketika kita hendak berutang, niatkan dalam hati untuk bisa melunasinya. Karena dengan demikian Allah akan membantu kita dalam melunasinya. Namun ketika berutang dan tidak mempunyai itikad baik untuk melunasinya maka Allah akan membinasakannya. Wallahu A’lam Bishowab.

Leave a Comment

Related Post