Harakatuna.com. Moskow – Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Ryabkov, dengan tegas mengutuk penggunaan ancaman dan ultimatum yang disampaikan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terkait dengan Iran. Peringatan Trump yang menyebutkan bahwa AS akan mengebom Iran, kecuali Teheran menyetujui kesepakatan baru, dinilai oleh Rusia sebagai tindakan yang bisa memicu konsekuensi “menghancurkan” bagi kawasan Timur Tengah.
Seperti yang dilaporkan oleh kantor berita IRNA pada Selasa (1/4), Ryabkov menegaskan bahwa ancaman semacam ini berpotensi memperburuk situasi di kawasan yang sudah penuh ketegangan tersebut. Ia juga mengkritik keras pendekatan yang digunakan oleh Trump, yang selama ini dianggap sebagai bagian dari upaya lebih besar AS untuk memaksakan kehendaknya terhadap Iran.
Dalam wawancaranya dengan jurnal Rusia International Affairs, Ryabkov mengungkapkan kekhawatirannya mengenai kebijakan luar negeri AS terhadap Iran. Ia merujuk pada pernyataan Trump yang mengatakan, “Jika mereka tidak membuat kesepakatan, akan ada pengeboman,” dalam sebuah wawancara dengan NBC News pada akhir pekan lalu. Pernyataan Trump tersebut menegaskan posisi keras AS terhadap Iran, yang dikenal dengan kebijakan “tekanan maksimum” yang diambil Trump sejak awal masa jabatannya.
Pada periode pertama kepresidenannya, Trump menarik Amerika Serikat secara sepihak dari Perjanjian Nuklir Iran (JCPOA) yang disepakati pada 2015. Selain itu, Trump juga memberlakukan kembali sanksi ekonomi yang sangat berat terhadap Iran, yang telah memicu ketegangan dan ketidakstabilan di kawasan tersebut.
Ryabkov menambahkan, “Kami menganggap metode tersebut tidak pantas. Kami mengutuknya dan melihatnya sebagai cara bagi AS untuk memaksakan kehendaknya sendiri di pihak Iran.” Ia menegaskan bahwa pendekatan semacam ini tidak hanya merugikan hubungan internasional, tetapi juga mengancam stabilitas global.
Diplomat Rusia ini juga menekankan pentingnya diplomasi dalam menangani permasalahan ini. Ia mendesak agar semua pihak berusaha mencapai kesepakatan yang adil dan wajar, guna menghindari eskalasi konflik yang lebih jauh. “Ada waktu untuk menghindari eskalasi, dan kami berharap semua pihak akan mengambil langkah-langkah yang bijaksana untuk mencapai kesepakatan yang dapat diterima bersama,” ujar Ryabkov.
Tanggapan keras dari Rusia ini semakin menambah ketegangan dalam hubungan internasional, terutama antara AS dan Iran. Negara-negara besar lainnya juga mengkhawatirkan potensi dampak negatif dari kebijakan luar negeri yang agresif ini terhadap keamanan dan stabilitas kawasan Timur Tengah.








Leave a Comment