Rusia Janji Bantu Taliban Perangi ISIS-K di Afghanistan

Ahmad Fairozi, M.Hum.

05/05/2025

2
Min Read
Rusia Janji Bantu Taliban Perangi ISIS-K di Afghanistan

On This Post

Harakatuna.com. Moskow – Rusia menyatakan kesiapannya untuk membantu otoritas Taliban di Afghanistan dalam memerangi kelompok ISIS-Khorasan (ISIS-K), yang disebut sebagai musuh bersama oleh Moskow dan Kabul. Pernyataan ini disampaikan oleh Perwakilan Khusus Rusia untuk Afghanistan, Zamir Kabulov, dalam wawancara dengan kantor berita RIA yang dikutip oleh Reuters.

“Kami melihat dan menghargai upaya yang dilakukan Taliban dalam memerangi sayap ISIS di Afghanistan,” ujar Kabulov, yang juga merupakan mantan duta besar Rusia untuk negara tersebut. “Kami akan memberikan bantuan terbaik kami kepada otoritas Afghanistan melalui struktur khusus yang relevan,” tambahnya.

Meski belum ada satu pun negara yang secara resmi mengakui pemerintahan Taliban sejak mereka merebut kekuasaan pada Agustus 2021, Moskow menunjukkan langkah awal menuju pengakuan dengan menghapus Taliban dari daftar organisasi terorisnya pada bulan lalu. Taliban sebelumnya dimasukkan ke dalam daftar itu sejak tahun 2003.

Kabulov menegaskan bahwa penghapusan status teroris tersebut membuka jalan bagi hubungan bilateral yang lebih erat. “Penangguhan larangan terhadap Taliban oleh Moskow akhirnya menghilangkan semua hambatan untuk kerja sama penuh antara negara kita di berbagai bidang,” jelasnya. Ia juga mengungkapkan bahwa Rusia telah menawarkan akreditasi bagi seorang duta besar Afghanistan di Moskow dan kini menunggu respons dari Kabul. “Kedatangan duta besar Afghanistan di Moskow akan mengakhiri masalah ini,” tegas Kabulov.

Hubungan Rusia dan Taliban menunjukkan pemulihan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Presiden Rusia Vladimir Putin bahkan menyebut Taliban sebagai “sekutu” dalam memerangi terorisme. Hal ini menjadi semakin relevan setelah serangan berdarah di sebuah gedung konser dekat Moskow pada Maret 2024, yang menewaskan 145 orang. Serangan tersebut diklaim oleh ISIS, dan intelijen AS menyebut kelompok ISIS-K sebagai pihak yang bertanggung jawab.

Taliban sendiri mengklaim tengah berupaya menumpas jaringan ISIS-K dari wilayah Afghanistan. Dalam konteks kerja sama yang lebih luas, Kabulov menyebut bahwa kedua pihak juga tengah membangun hubungan di berbagai bidang, termasuk ekonomi dan diplomasi.

Rusia, lanjut Kabulov, berencana memperkuat hubungan perdagangan dan investasi dengan Afghanistan, memanfaatkan posisi strategis negara tersebut dalam proyek-proyek infrastruktur dan energi. “Proyek ekonomi bersama akan dibahas pada forum bisnis Rusia-Afghanistan yang akan diselenggarakan di kota Kazan akhir bulan ini,” ujarnya. Ia juga menyebutkan bahwa pengembangan sumber daya mineral serta pembangunan jaringan pipa gas menjadi beberapa sektor yang berpotensi untuk kerja sama bilateral.

Dengan pernyataan terbaru ini, Rusia tampaknya siap mengambil peran yang lebih besar dalam stabilisasi keamanan dan pembangunan ekonomi Afghanistan di bawah pemerintahan Taliban, meski pengakuan internasional terhadap rezim tersebut masih menjadi perdebatan global.

Leave a Comment

Related Post