Rusia Jadi Negara Pertama Akui Pemerintahan Taliban di Afghanistan

Ahmad Fairozi, M.Hum.

06/07/2025

2
Min Read
Rusia Jadi Negara Pertama Akui Pemerintahan Taliban di Afghanistan

On This Post

Hrakatuna.com. Moskow – Pemerintah Rusia resmi menerima surat kepercayaan dari duta besar baru Afghanistan yang mewakili pemerintahan Taliban. Langkah ini menandai pengakuan diplomatik pertama di dunia terhadap Emirat Islam Afghanistan, nama resmi pemerintahan Taliban, sejak kelompok tersebut merebut kekuasaan pada Agustus 2021.

“Kami yakin bahwa pengakuan resmi terhadap pemerintahan Emirat Islam Afghanistan akan menjadi dorongan penting bagi pengembangan kerja sama bilateral yang produktif antara kedua negara di berbagai bidang,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Rusia pada Kamis (3/7), dikutip dari Al Jazeera.

Langkah ini disambut baik oleh pihak Taliban. Dalam sebuah pertemuan virtual dengan Duta Besar Rusia untuk Kabul, Dmitry Zhirnov, Menteri Luar Negeri Taliban Amir Khan Muttaqi menyebut keputusan Moskow sebagai langkah berani. “Keputusan yang berani ini akan menjadi contoh bagi negara-negara lain,” ujar Muttaqi dalam video pertemuan yang diunggah di platform X (dulu Twitter).

Pengakuan Rusia terhadap Taliban diperkirakan akan menarik perhatian ketat dari Washington. Amerika Serikat hingga kini masih membekukan miliaran dolar aset bank sentral Afghanistan dan menjatuhkan sanksi terhadap sejumlah pemimpin senior Taliban. Akibatnya, sistem perbankan negara tersebut hampir terisolasi dari sistem keuangan global.

Sejak penarikan pasukan AS dari Afghanistan pada 2021, yang disebut Moskow sebagai “kegagalan”, Rusia mulai menjalin hubungan lebih dekat dengan otoritas Taliban, memandang mereka sebagai mitra potensial dalam stabilitas kawasan dan dalam memerangi kelompok teroris lain.

Dalam pernyataannya pada Juli 2024, Presiden Rusia Vladimir Putin bahkan menyebut Taliban sebagai “sekutu dalam perang melawan terorisme”, merujuk pada perlawanan mereka terhadap kelompok ekstremis ISIS-K (Negara Islam Provinsi Khorasan), yang bertanggung jawab atas sejumlah serangan mematikan di Afghanistan dan Rusia.

Perubahan Status Hukum Taliban

Sebelumnya, Taliban dimasukkan dalam daftar organisasi teroris oleh Rusia sejak 2003, karena keterlibatannya dalam mendukung separatisme di wilayah Kaukasus Utara. Namun, pada April 2024, Mahkamah Agung Rusia secara resmi mencabut label tersebut.

Taliban sendiri terbentuk pada 1994 di tengah perang saudara Afghanistan, sebagian besar terdiri dari mantan pejuang Mujahidin yang dulu mendapat dukungan dari AS untuk melawan pendudukan Soviet pada 1980-an.

Rusia merupakan negara pertama yang membuka kantor perwakilan bisnis di Kabul setelah Taliban mengambil alih kekuasaan. Pemerintah Rusia juga telah mengumumkan rencana menggunakan Afghanistan sebagai jalur transit utama untuk penyaluran gas ke Asia Tenggara.

Meskipun demikian, hingga kini belum ada pengakuan resmi terhadap pemerintahan Taliban dari badan internasional mana pun. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) masih menyebut kelompok tersebut sebagai “otoritas de facto Taliban” dalam semua pernyataan resminya.

Leave a Comment

Related Post