Harakatuna.com. Jakarta — Ribuan umat Muslim memadati ruas Jalan Jatinegara Barat, Jakarta Timur, Jumat pagi (6/6), untuk menunaikan Shalat Idul Adha 1446 Hijriah. Yang menarik, pelaksanaan shalat tersebut digelar tepat di depan Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Koinonia, mencerminkan kuatnya nilai-nilai toleransi antarumat beragama di kawasan tersebut.
Pelaksanaan shalat dimulai pukul 06.30 WIB dan berlangsung hingga sekitar pukul 07.40 WIB. Barisan saf jamaah terlihat memanjang, memenuhi ruas jalan hingga persis di depan gereja yang telah berdiri sejak masa kolonial itu. “Jumlah jamaah dari tahun ke tahun memang bervariasi. Pernah mencapai 20 ribu orang, dan tahun ini sekitar 13 ribu yang hadir. Ini jelas menjadi simbol tingginya toleransi antarumat beragama,” ujar Ilham Fajar Beruru, Ketua Pelaksana Shalat Idul Adha di Jatinegara, usai kegiatan berlangsung.
Tradisi menggelar shalat Idul Adha di depan gereja tua ini ternyata telah berlangsung selama lebih dari lima dekade. Ilham menjelaskan bahwa kebiasaan ini sudah dilakukan secara turun-temurun sejak tahun 1972. “Kami memang sudah melaksanakan ini sejak dulu. Lokasinya memang strategis, dan kami juga sering bersosialisasi dengan warga gereja. Hubungan kami penuh dengan semangat solidaritas dan saling menghormati,” tambahnya.
Keunikan lokasi pelaksanaan shalat membuat banyak warga dari luar kawasan Jatinegara tertarik untuk ikut serta. Tak jarang, sejumlah tokoh masyarakat dan pejabat juga turut diundang dalam kegiatan ini. “Kami sengaja mengundang tokoh-tokoh, karena ini bukan hanya shalat, tapi juga ajang menunjukkan bahwa Jakarta sebagai kota besar masih punya wajah toleransi yang sangat kuat,” ungkap Ilham.
Salah satu jamaah, Safa (32), mengaku antusias bisa melaksanakan shalat Idul Adha di lokasi yang tidak biasa ini. Ia mengaku baru pertama kali mengikuti shalat di depan gereja dan merasakan nuansa yang berbeda. “Unik sekali, saya kebetulan sedang menginap di hotel dekat sini, lalu lihat keramaian. Ternyata ada shalat Id di depan gereja. Rasanya sangat menyentuh, ini bentuk nyata dari kerukunan umat beragama,” tutur Safa.
Pelaksanaan shalat Idul Adha yang berlangsung aman dan tertib ini kembali menegaskan bahwa toleransi bukan sekadar wacana, melainkan sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Jatinegara. Pemandangan jamaah muslim yang khusyuk menunaikan ibadah di depan rumah ibadah umat Kristen menjadi gambaran harmoni sosial yang patut diteladani.







Leave a Comment