Harakatuna.com – Menjelang pelantikan presiden terpilih pada 20 Oktober 2024, berbagai persiapan dalam masa transisi tengah dilakukan. Presiden terpilih, Prabowo Subianto dalam beberapa kesempatan juga menyatakan bahwa transisi kekuasaan yang sedang dilakukan bersama Presiden Jokowi merupakan bentuk komitmen keberlanjutan sejak masa kampanye Pilpres 2024.
Presiden Jokowi juga menyampaikan beberapa capaian pemerintahannya selama menjabat, dari 2014-2024. Jokowi juga menyampaikan karangka transisi pemerintahan lama dan baru untuk tetap menjaga stabilitas politik dan nasional. Sebab, transisi kekuasaan presiden di Indonesia memiliki dinamika yang perlu diperdalam secara lebih serius.
Harakatuna dalam beberapa hari menyoroti jalannya transisi pemerintahan dari Joko Widodo ke presiden terpilih Prabowo Subianto. Ini dilakukan sebagai langkah untuk mengawal transisi pemerintahan Indonesia dengan baik, sekaligus upaya untuk mendongkel segala macam hal yang kiranya menggoyahkan stabilitas nasional.
Transisi tidak hanya sekadar pergantian kepemimpinan. Tetapi penting dalam menjaga kelangsungan pembangunan nasional. Sejumlah ganjalan pada transisi ini terlihat membayangi, baik dari ekonomi dunia yang tidak baik-baik saja, ketidakpastian geopolitik, melemahnya konsumsi domestik, maupun radikakalisme-terorisme menjadi catatan tersendiri.
Maka harapan Harakatuna adalah memastikan Indonesia berjalan pada koridor stabilitas yang baik. Kiranya, agar transisi pemerintahan berjalan mulus, sudah sewajarnya sebagai bagian dari bangsa Indonesia, kita mengawal transisi ini dengan cara gembira dan selektif.
Kita bisa mengawal dan meminta agar program unggulan Prabowo-Gibran bisa mendapatkan landasan yang kuat sebelum benar-benar dilakukan. Bahkan seperti kata Jokowi, jika perlu, regulasi baru dibuat untuk mempersiapkan program tersebut.
Harapan serta pengawasan ini merupakan salah satu dari fungsi utama rakyat. Melalui fungsi tersebut, mekanisme kontrol terhadap jalannya pemerintahan terjaga. Itu pula yang akan merawat hubungan produktif antara pemerintah dengan rakyatnya. Pembangunan check and balances tentu sangat dibutuhkan untuk hal ini dan hari ini, di tengah fungsi kontrol tersebut kerap absen dari kerja DPR.
Konteks fungsi pengawasan ini bukan mencari kesalahan pemerintah, atau anti terhadap program pemerintah agar mendelegitimasi semua rencana pemerintah. Tetapi pengawasan ini untuk menarik batas dan mengawal jalannya pemerintah sehingga cita-cita program bisa tepat sasaran dan tercapai.
Misalnya, seperti penanganan paham radikalisme dan terorisme. Tanpa pengawasan masyarakat terhadap tindak-tanduk teroris, pemerintah tidak akan leluasa mendapat informasi lengkap terhadap gejala radikalisme dan terorisme yang tumbuh di tengah masyarakat.
Maka penting bagi kita untuk melakukan pengawasan, mengawal dan menjaga transisi pemerintahan ini. Seluruh perangkat yang dimiliki Indonesia sudah diinstruksikan oleh Presiden Jokowi untuk mengawal masa transisi agar berjalan mulus, termasuk meredam radikalisme-terorisme dan memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. Kita sebagai rakyat juga turut berani mengawal karena teramat dibutuhkan untuk melakukan pengawasan transisi dan kebijakan pemerintah yang pro terhadap rakyat.
Kini, tinggal menunggu waktu. Presiden Jokowi akan lengser dan digantikan dengan presiden terpilih Prabowo Subianto. Kini juga anggota DPR periode 2024-2029 telah dilantik. Dalam perspektif yang positif, kita bisa menyambutnya sebagai sebuah kelahiran atau konstruksi baru. Dalam setiap kelahiran baru selalu menawarkan harapan baru. Harapan Harakatuna untuk sebuah transisi dan situasi baru ini adalah rekonstruksi harapan yakni berupa hal-hal kebaikan baru.
Kita patut menaruh harapan besar untuk transisi dan pemerintahan baru ini. Setidaknya kita masih diberi keamanan dan kenyamanan dalam menjalani sebuah bangsa. Dalam transisi pemerintahan ini, Harakatuna mengajak untuk menciptakan harapan baru, setidaknya menciptakan kesegaran, baik tingkah laku, kinerja, maupun cara pandang terhadap kebijakan, terutama dalam penanggulangan radikalisme dan terorisme. Harapan tinggi kita terhadap Indonesia adalah terbebas dari polusi radikalisme dan terorisme.








Leave a Comment