Harakatuna.com. Tel Aviv – Sekitar 250 prajurit cadangan dari Unit 8200, satuan intelijen militer elite Israel, menyatakan dukungan terhadap seruan para pilot Angkatan Udara Israel yang meminta penghentian segera perang di Gaza. Mereka menuntut pemerintah mengutamakan pemulangan para sandera, meski harus mengubah arah strategi perang secara drastis.
Dalam sebuah surat terbuka yang dibagikan kepada media Israel, para penandatangan menyatakan bahwa perang yang sedang berlangsung kini lebih banyak melayani kepentingan politik dibandingkan tujuan keamanan nasional. “Kami bergabung dengan seruan awak pesawat untuk mendesak pemulangan para sandera sesegera mungkin, bahkan jika itu berarti harus ada perubahan langsung dalam pelaksanaan perang,” demikian isi surat tersebut, sebagaimana dilaporkan Middle East Monitor (MEMO) pada Jumat (11/4), mengutip Haaretz.
Para prajurit cadangan itu juga mengkritik arah kebijakan militer Israel yang menurut mereka tak lagi membawa hasil konkret dan justru meningkatkan risiko korban jiwa di semua pihak. “Melanjutkan perang tidak lagi memenuhi tujuan yang dinyatakan dan hanya akan menyebabkan lebih banyak kematian, baik di kalangan sandera, tentara IDF, maupun warga sipil yang tak bersalah,” tulis mereka.
Surat ini menambah daftar panjang suara-suara kritis dari dalam institusi militer Israel. Sebelumnya, sekelompok dokter cadangan serta mantan personel Angkatan Laut Israel juga menyampaikan kekhawatiran serupa mengenai keselamatan para sandera dan pasukan di medan tempur, serta mendesak pemerintah untuk meninjau ulang strategi perangnya. Namun, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengecam keras isi surat tersebut. Ia menyebut pernyataan itu sebagai “upaya yang berbahaya untuk melemahkan legitimasi perang dan melemahkan semangat nasional.
“Media Israel juga melaporkan bahwa sejumlah tokoh militer senior yang telah pensiun ikut menandatangani surat tersebut, termasuk mantan Kepala Staf IDF Letjen (purn) Dan Halutz, mantan Panglima Angkatan Udara Mayjen (purn) Nimrod Sheffer, serta mantan Kepala Otoritas Penerbangan Sipil Kolonel (purn) Neri Yarkoni. Para penandatangan menyerukan kepada seluruh warga negara Israel untuk “menuntut, dengan segala cara dan di mana pun, penghentian perang demi memulangkan para sandera.”
Diketahui, sekitar 10 persen dari penandatangan surat merupakan tentara cadangan aktif, sebagian besar di antaranya adalah sukarelawan, sementara sisanya terdiri dari mantan atau pensiunan personel militer.








Leave a Comment