Puluhan Anggota JI di Sumsel Ikrar Setia NKRI

Harakatuna

21/09/2024

2
Min Read

On This Post

Harakatuna.com. Palembang – Puluhan eks napi teroris dan simpatisan Jemaah Islamiyah (JI) di Sumsel diambil sumpah setia ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Janji setia 56 mantan JI ini dilaksanakan di ballroom salah satu hotel Palembang pada Kamis (19/09).

Ikrar dikemas dengan ‘Sanjo Kawan–Kawan Guritan’ berarti silaturahmi teman-teman komunitas Guritan. Acara ini diselenggarakan oleh BNPT RI dan Densus 88 AT Polri.

Ikrar dipimpin oleh Ustadz Imtihan Asy Syafi’i, Ustadz Bambang Sukirno, dan Ustdz Tony Timur. Ikrar Juga disaksikan Wakapolda Sumsel Brigjen M. Zulkarnain dan Kabid Humas Kombes Sunarto.

Ikrar berbunyi sebagaimana berikut:

Bissmillahirohmanirohiim

  1. Kami eks anggota dan simpatisan Jemaah Islamiyah wilayah Sumatera Selatan menyatakan mendukung (sami’na wa atho’na) terhadap pembubaran Jemaah Islamiyah oleh para masyayikh kami di Bogor tanggal 30 Juni 2024.
  2. Kami siap kembali ke pangkuan NKRI, dan terlibat aktif mengisi kemerdekaan serta menjauhkan diri dari pemahaman dan kelompok ‘tatharruf’ atau ekstrem.
  3. Siap mengikuti peraturan hukum yang berlaku di NKRI, serta berkomitmen dan konsisten untuk menjalankan hal-hal yang merupakan konsekuensi logisnya.

Ikrar ini merupakan rentetan dari ikrar sebelumnya dimana para pentolan JI bersepakat membubarkan diri yang berlangsung di Jakarta, pada Minggu (30/06/2024) lalu. Kemudian ikrar itu diikuti para anggota maupun simpatisan yang berada di daerah. Ikrar yang dilakukan di Sumatera Selatan ini merupakan provinsi ke 33 yang berjanji kembali ke NKRI.

Ustadz Imtihan Asy Syafi’i yang merupakan mantan ketua Fatwa Jemaah Islamiyah mengaku mengevaluasi ada di antara langkah pemikiran dan beberapa pemahamannya yang berpotensi menimbulkan ekstrimisme dan radikalisme. “Kami yang komitmen pada Ahlul Sunnah Waljamaah memandang esktremisme dan radikalisme bukan bagian dari itu. Makanya kami menyatakan bubar,” tegasnya.

“Di Sumsel lebih banyak simpatisan yang menerima pola pendekatan melalui dakwah, namun masih ada segelintir anggota Jemaah Islamiyah yang belum mendeklarasikan diri kembali setia pada karena belum adanya kesepahaman,” tambahnya.

Syaf’i menambahkan, hingga ikrar yang ke 33 ini sudah lebih dari 5.000 anggota atau simpatisan Jemaah Islamiyah yang telah bersumpah kembali setia pada NKRI.

Salah satu yang berikrar Arnol mengatakan pihaknya akan terus melakukan muhasabah diri. “Kami berkomitmen ketika melakukan kesalahan kita evaluasi, dan memang itu hal yang salah, maka itu adalah hal yang harus kami tinggalkan,” ujarnya.

Leave a Comment

Related Post