Presiden Gustavo Petro Perintahkan Siaga Tinggi & Tanggapi Ancaman Trump

Ahmad Fairozi, M.Hum.

07/01/2026

2
Min Read
Presiden Gustavo Petro Perintahkan Siaga Tinggi & Tanggapi Ancaman Trump

On This Post

Harakatuna.com. Bogotá – Presiden Kolombia Gustavo Petro memerintahkan pasukan negaranya berada dalam kondisi siaga tinggi menyusul ancaman terbuka dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang menyebut Kolombia sebagai kemungkinan target operasi militer setelah penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro.

Ancaman Trump dilontarkan setelah pasukan AS melakukan operasi militer di Venezuela yang berujung pada penangkapan Maduro, yang kemudian dibawa ke Amerika Serikat untuk menghadapi dakwaan narkotika. Trump menyiratkan bahwa tindakan serupa terhadap Kolombia bisa dipertimbangkan, karena menilai pemerintah Bogotá terkait dengan produksi dan perdagangan narkotika.

Menanggapi itu, Petro menegaskan kesiapsiagaan militer sebagai bentuk pertahanan kedaulatan nasional. “Saya bersumpah tidak akan menyentuh senjata lagi, tetapi demi tanah air, saya akan mengambilnya kembali,” ujar Petro melalui unggahan di platform X, menyatakan kesiapannya mempertahankan negara jika terjadi agresi asing.

Petro menyebut tuduhan Trump sebagai “fitnah” yang tidak berdasar, dan menegaskan Kolombia tetap menjunjung hukum internasional serta kedaulatan negaranya. “Trump berbicara tanpa pengetahuan. Hentikan fitnah terhadap saya,” tegasnya melalui media sosial.

Ketegangan antara Bogotá dan Washington semakin meningkat seiring konflik regional yang sedang berlangsung. Sejumlah negara tetangga mengecam operasi AS di Venezuela sebagai pelanggaran hukum internasional dan ancaman terhadap stabilitas kawasan, sementara komunitas internasional menyuarakan keprihatinan atas eskalasi militer tersebut.

Selain kesiapan militer, pemerintah Kolombia juga memperkuat diplomasi dengan menyerukan pengawasan oleh organisasi internasional untuk mencegah konflik lebih jauh. Petro menegaskan bahwa negaranya bukan musuh Amerika Serikat, tetapi siap mempertahankan kebijakan nasionalnya demi kedaulatan bangsa.

Guna memperkuat posisi pertahanan, Menteri Luar Negeri Kolombia Rosa Villavicencio menyatakan bahwa militer negara itu harus siap menghadapi setiap bentuk agresi asing dan menegaskan hak legitimate self-defense di bawah hukum internasional. “Kolombia berhak mempertahankan kedaulatannya,” kata Villavicencio.

Respons global terhadap situasi ini juga terus mengalir, dengan sejumlah negara menyerukan dialog dan menghormati norma hukum internasional sambil menolak segala bentuk ancaman militer di kawasan Amerika Latin.

Leave a Comment

Related Post