Radikalisme Terus Berkembang, Polres Sumbawa Pantau Media Sosial

Harakatuna

04/09/2020

2
Min Read
Radikalisme Terus Berkembang, Polres Sumbawa Intai Media Sosial

On This Post

Harakatuna.com. Sumbawa Besar – Penyebaran paham radikal intoleran banyak sekali dilakukan melalui media sosial karena Media sosial masih menjadi sarana paling efektif dalam penyebaran Radikalisme untuk menghasut generasi muda agar terpapar paham radikal,mengingat 90 % pengguna internet di Indoesia memiliki medsos terutama generasi muda.

“Paham radikalisme dari dalam maupun luar negeri manargetkan anak muda menjadi sasaran mereka,terutama dalam penyebaran paham tersebut. Anak yang disasar berusia 17-24 tahun. Karena mereka masih muda, masih energik, semangatnya masih tinggi terlebih masih mencari jati diri,” ungkap Kasubbag Humas Polres Sumbawa Iptu Sumardi, S.Sos yang ditemui diruang kerjanya (02/9/2020).

Polres Sumbawa Sosialisasi Bahaya Radikalisme di Media Sosial

Kasubbag Humas menjelaskan bahwa pihak kepolisian tetap gencar dalam mencegah Faham Radikal ini, meminimalisir kembali terjadinya korban terorisme. “Penyuluhan di Sekolah -sekolah hingga kampus tetap dilaksanakan, kami juga setiap harinya melakukan patroli siber.” tuturnya.

Baca juga:  Korban Pembakaran dan Pengerusakan di Pulau Moyo Kembali Lapor Polisi

Pihak kepolisian berharap para orang tua juga dapat mengambil peran dalam menangkal faham radikal ini dengan cara mengawasi anak dalam bermedsos, dan memperhatikan prilaku anak. “Faham radikal ini tidak bisa disepelekan karena akan berujung pada aksi terorisme. Orang tua harus lebih ekstra mengawasi anak anaknya yang bermain media sosial karena sangat rentan faham radikal.” tambah kasubbag .

Leave a Comment

Related Post