Politisi Sayap Kanan AS Bakar Al-Qur’an dan Serukan Kebencian, Dikecam Dunia Internasional

Ahmad Fairozi, M.Hum.

28/08/2025

3
Min Read

Harakatuna.com. Texas — Valentina Gomez, seorang politisi sayap kanan dari Partai Republik dan kandidat Kongres untuk Distrik 31 Texas, memicu kemarahan publik internasional usai mengunggah video kampanye provokatif yang berisi aksi pembakaran Al-Qur’an dan seruan anti-Islam.

Dalam video yang beredar luas di media sosial, Gomez terlihat mengenakan pakaian bergambar senapan dengan tulisan “Valentina Gomez untuk Kongres.” Ia juga tampak membawa penyembur api dan menyemprotkannya ke sebuah Al-Qur’an yang diletakkan di atas tumpukan batu bata. “Putri-putrimu akan diperkosa, dan putra-putramu akan dipenggal, kecuali kita menghentikan Islam untuk selamanya,” ucapnya dalam video tersebut, seperti dikutip dari Arab News dan Hindustan Times, Kamis (28/8).

Video tersebut juga disertai dengan musik dari rapper kontroversial Kanye West, dan menampilkan seruan Gomez bahwa Amerika adalah negara Kristen. Ia menyebut bahwa umat Muslim seharusnya tinggal di negara-negara mayoritas Islam. “Amerika adalah negara Kristen, jadi para teroris Muslim itu boleh pergi ke salah satu dari 57 negara Muslim. Hanya ada satu Tuhan yang benar, yaitu Tuhan Israel,” serunya dalam video tersebut.

Aksi pembakaran kitab suci itu menuai kecaman keras dari berbagai pihak, termasuk Liga Anti-Pencemaran Nama Baik (Anti-Defamation League/ADL), sebuah organisasi HAM di AS yang fokus melawan intoleransi dan ekstremisme. “Tindakan membakar kitab suci seperti Al-Qur’an bisa memicu kekerasan dan membahayakan banyak orang. Kampanye ini jelas digerakkan oleh kebencian dan fanatisme anti-Muslim. Ini harus dikutuk oleh siapa pun yang memiliki hati nurani,” tegas pernyataan resmi ADL.

Selain itu, pengguna media sosial dan tokoh publik juga ramai mengecam aksi Gomez, menyebutnya sebagai bentuk hasutan berbahaya yang bisa menginspirasi kekerasan terhadap komunitas Muslim. “Ini bukan politik. Ini hasutan,” tulis podcaster Brian Allen di platform X.

“Ketika masjid mulai terbakar, ingatlah: ini adalah korek apinya, dan Partai Republik Texas memberinya korek api,” lanjutnya.

Rekam Jejak Provokatif dan Seruan Eksekusi Imigran

Valentina Gomez bukan kali ini saja terlibat dalam aksi kontroversial. Ia dikenal sering menggunakan retorika yang memecah belah, dengan menyerang komunitas Muslim, warga kulit hitam, serta imigran. Dalam video sebelumnya, ia bahkan membuat eksekusi tiruan terhadap boneka imigran dan menyerukan “hukuman mati di muka umum” bagi imigran tak berdokumen yang dituduh melakukan tindak kekerasan.

Video tersebut kemudian dihapus oleh platform X karena dinilai melanggar kebijakan terkait ujaran kebencian dan kekerasan. Meskipun saat ini mencalonkan diri sebagai anggota Kongres AS, Valentina Gomez sebenarnya merupakan imigran kelahiran Kolombia. Fakta ini menambah kontroversi karena banyak provokasi yang ia suarakan justru menyasar sesama migran.

Presiden Kolombia, Gustavo Petro, turut mengomentari tindakan Gomez dalam unggahan media sosialnya.

“Dia bukan hanya seorang fasis Amerika. Dia orang Kolombia. Dan sebagai seorang migran, yang dia lakukan adalah melampiaskan kebencian terhadap sesama migran. Kebanyakan orang Amerika dibunuh oleh orang Amerika sendiri,” tegas Petro.

Dampak dan Kekhawatiran Lebih Lanjut

Aksi Valentina Gomez dikhawatirkan dapat mendorong gelombang kekerasan baru terhadap komunitas Muslim dan kelompok minoritas lainnya di Amerika Serikat. Beberapa analis menilai tindakan ini sebagai strategi politik murahan untuk meraih suara lewat provokasi ekstrem.

Hingga saat ini, pihak berwenang belum mengumumkan apakah tindakan Gomez akan dikenai sanksi hukum, namun tekanan publik untuk mengambil tindakan tegas terus meningkat.

Leave a Comment

Related Post