PLN Gandeng Brimob Polda NTT Gelar Simulasi Penanggulangan Terorisme di Kupang

Ahmad Fairozi, M.Hum.

22/05/2025

3
Min Read
PLN Gandeng Brimob Polda NTT Gelar Simulasi Penanggulangan Terorisme di Kupang Ahmad Fairozi BNPT

On This Post

Harakatuna.com. Kupang — Ancaman terorisme yang dapat terjadi kapan saja dan di mana saja mendorong PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pengatur Beban Nusa Tenggara Timur (UP2B NTT) untuk memperkuat sistem pengamanannya. Bersama Satuan Brigade Mobil (Brimob) Polda NTT, PLN UP2B NTT menggelar simulasi penanggulangan terorisme dan gangguan keamanan di kantor mereka yang berlokasi di Jalan Jalur 40, Kelurahan Sikumana, Kota Kupang, Rabu (30/4).

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan respons terhadap ancaman terhadap Objek Vital Nasional (OVN) di sektor energi, sebagaimana diamanatkan dalam Surat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor T-542/BN.05/NEM.S/2024.

Manager PLN UP2B NTT, Andi Martha Siswahyudi, menjelaskan bahwa simulasi ini merupakan bagian dari strategi penguatan sistem manajemen keamanan. “Ini adalah langkah proaktif kami untuk memastikan keamanan aset strategis dan kontinuitas layanan kelistrikan bagi masyarakat. Simulasi seperti ini akan rutin kami lakukan. Kami tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tapi juga pada kesiapan sumber daya manusia yang terlatih dan tanggap terhadap situasi darurat,” ujar Andi saat diwawancarai, Senin (19/5).

Andi juga menegaskan bahwa PLN berkomitmen untuk mematuhi seluruh regulasi pemerintah terkait pengamanan OVN, termasuk standar kinerja keamanan yang ditetapkan. Ia berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kepercayaan publik terhadap sistem ketenagalistrikan di wilayah NTT.

Sementara itu, Komandan Detasemen Gegana Sat Brimob Polda NTT, Kompol Dennis Y.N. Leihitu, menyampaikan pentingnya kolaborasi antara aparat keamanan dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) strategis seperti PLN. “Pelatihan bersama ini memperkuat koordinasi dalam menghadapi ancaman terorisme dan kejahatan terorganisir yang berpotensi mengganggu stabilitas nasional, terutama di sektor energi,” jelas Kompol Dennis.

Ia menambahkan bahwa Detasemen Gegana Brimob Polda NTT siap mendukung pengamanan OVN di wilayah tersebut. Simulasi ini juga menjadi sarana untuk menguji efektivitas protokol standar penanganan ancaman terorisme di lapangan.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) NTT, F. Eko Sulistyono, juga menyampaikan apresiasinya terhadap pelatihan ini. Menurutnya, simulasi tersebut sangat penting untuk memastikan kesiapan personel menghadapi situasi tidak terduga. “Kami berterima kasih kepada Detasemen Gegana Brimob Polda NTT atas pelatihan dan edukasi yang diberikan. Meskipun kita semua berharap situasi darurat seperti itu tidak terjadi, namun kewaspadaan tetap harus dijaga agar kita tidak lengah dengan kondisi yang selama ini aman,” ungkap Eko.

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah skenario darurat dijalankan, mulai dari penanganan ancaman bom hingga aksi penyanderaan. Simulasi ini melibatkan tim keamanan internal PLN serta personel dari Brimob Polda NTT.

Langkah ini menunjukkan keseriusan PLN dan aparat keamanan dalam melindungi infrastruktur kelistrikan yang menjadi tulang punggung pelayanan publik dan ekonomi daerah. Ke depan, kegiatan serupa akan diperluas ke titik-titik strategis lainnya di Nusa Tenggara Timur.

Leave a Comment

Related Post