Harakatuna.com. Lampung Selatan – Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada 12 Rabiul Awal atau bertepatan dengan Jumat, 5 September 2025, Kapolsek Palas, Iptu Suyitno, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meneladani akhlak Nabi dan bersatu dalam menolak segala bentuk paham radikal yang dapat merusak persatuan bangsa.
Ucapan selamat Maulid disampaikan Iptu Suyitno melalui akun Instagram dan status WhatsApp pribadinya. Ia menekankan bahwa peringatan Maulid Nabi bukan hanya seremoni keagamaan, tetapi momentum untuk menghidupkan kembali nilai-nilai luhur yang diajarkan Rasulullah SAW dalam kehidupan bermasyarakat.
“Maulid Nabi ini adalah saat yang tepat untuk merefleksikan ajaran Rasulullah, terutama dalam hal kasih sayang, toleransi, dan kepedulian sosial. Ini juga menjadi pengingat agar kita semua menjauhi ajaran yang menyimpang dari nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin,” ujar Iptu Suyitno saat ditemui di Mapolsek Palas.
Lebih lanjut, Iptu Suyitno secara tegas mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai dan menolak paham radikalisme yang kerap menyusup melalui berbagai saluran, termasuk media sosial dan kegiatan keagamaan yang tidak sesuai dengan ajaran Islam yang moderat.
“Paham radikal bukan hanya mengancam keamanan, tetapi juga merusak harmoni sosial dan nilai-nilai kebangsaan. Kita harus bersatu untuk menolaknya bersama-sama,” tegasnya.
Ia juga mengajak tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, dan seluruh warga untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan, serta memperkuat ukhuwah dan rasa kebersamaan di tengah masyarakat.
“Menjaga lingkungan yang aman dan kondusif adalah tanggung jawab kita semua. Terlebih di tengah isu-isu yang dapat memecah belah, kita harus lebih solid dalam mempertahankan persatuan,” ujarnya.
Selain itu, Iptu Suyitno berharap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini dapat menjadi sarana mempererat silaturahmi antarwarga dan meningkatkan keimanan serta ketakwaan kepada Allah SWT.
“Dengan meneladani Nabi, kita tidak hanya memperbaiki diri, tetapi juga ikut berperan menjaga keutuhan bangsa dari ancaman paham yang tidak sejalan dengan nilai-nilai Pancasila dan ajaran Islam yang damai,” tutupnya.
Peringatan Maulid Nabi SAW senantiasa menjadi momentum spiritual sekaligus sosial untuk memperkuat identitas keislaman yang moderat, toleran, dan anti-kekerasan di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk.








Leave a Comment