Peringati Hari Kebangkitan Nasional, Unesa Tegaskan Komitmen Tangkal Radikalisme di Kampus

Ahmad Fairozi, M.Hum.

21/05/2025

2
Min Read
Peringati Hari Kebangkitan Nasional, Unesa Tegaskan Komitmen Tangkal Radikalisme di Kampus

On This Post

Harakatuna.com. Surabaya – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menegaskan komitmennya dalam menangkal penyebaran paham radikalisme di lingkungan kampus melalui pendekatan edukatif, pemantauan yang intensif, serta pembinaan berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan dalam talkshow bertema “Eksposisi dr. Soetomo dan Semangat Kaum Muda: Kebangkitan Nasional Dulu dan Kini” yang digelar pada Selasa (20/5/2025) dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional.

Wakil Rektor II Unesa, Prof. Bachtiar Sjaiful Bachri, menuturkan bahwa pendekatan persuasif dan komunikatif menjadi kunci dalam mencegah penyebaran ideologi ekstrem di kalangan sivitas akademika. Menurutnya, kampus secara aktif melakukan komunikasi dan pemantauan terhadap seluruh elemen kampus, termasuk dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan. “Sejauh ini belum ditemukan indikasi keterpaparan radikalisme di lingkungan Unesa. Namun kami selalu siap dengan langkah-langkah antisipatif jika hal tersebut muncul,” ungkap Prof. Bachtiar.

Ia juga mengapresiasi penyelenggaraan talkshow bertema kebangsaan yang menurutnya efektif dalam memperkuat semangat nasionalisme dan toleransi di kalangan mahasiswa. “Ini adalah bentuk pencegahan yang tidak bersifat represif. Sebelum muncul gejala intoleransi, kita harus lebih dulu hadir melalui pendekatan persuasif dan edukatif,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Direktorat Pencegahan dan Penanggulangan Isu Strategis (PPIS) Unesa, Prof. Mutimmatul Faidah, menambahkan bahwa kampus telah memiliki unit khusus yang menangani isu radikalisme secara sistematis. Direktorat PPIS menjalankan berbagai program strategis, seperti penguatan ideologi kebangsaan, moderasi beragama, serta pelatihan bela negara bagi mahasiswa.

“Radikalisme di kampus biasanya tidak tampak secara langsung, tetapi sering kali terlihat dari aktivitas di media sosial. Kami mendeteksi akun-akun yang memiliki afiliasi dengan kelompok yang berseberangan dengan NKRI. Jika akun tersebut diketahui dikelola oleh mahasiswa Unesa, maka akan dilakukan pembinaan,” jelas Prof. Faidah.

Ia menegaskan bahwa Unesa tidak menerapkan sistem penyaringan ideologi terhadap calon mahasiswa saat proses seleksi masuk perguruan tinggi. Namun, pembinaan ideologis akan dilakukan secara aktif setelah mahasiswa resmi menjadi bagian dari Unesa. “Kami terbuka bagi siapa pun. Tidak ada proses penyaringan ideologi saat penerimaan mahasiswa baru. Tapi setelah mereka masuk, kami siap melakukan pembinaan dari latar belakang apa pun,” tandasnya.

Komitmen ini mencerminkan keseriusan Unesa dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman, inklusif, dan berlandaskan nilai-nilai kebangsaan, sejalan dengan semangat Hari Kebangkitan Nasional yang mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus menjaga persatuan dan keutuhan NKRI.

Leave a Comment

Related Post