Penyuluh Agama Islam Diharapkan Tingkatkan Keterampilan Layanan Publik untuk Penuhi Ekspektasi Masyarakat

Harakatuna

17/03/2025

2
Min Read
Penyuluh Agama Islam Diharapkan Tingkatkan Keterampilan Layanan Publik untuk Penuhi Ekspektasi Masyarakat

On This Post

Harakatuna.com. Bandung – Penyuluh Agama Islam di Indonesia diharapkan untuk mengembangkan keterampilan layanan publik guna memenuhi ekspektasi masyarakat yang semakin tinggi. Hal tersebut disampaikan oleh Staf Khusus Menteri Agama Bidang Pendidikan, Organisasi Kemasyarakatan, dan Moderasi Beragama, Farid F Saenong, dalam kegiatan Pembinaan, Evaluasi Kinerja, dan Serap Aspirasi Penyuluh Agama Islam Provinsi Jawa Barat yang berlangsung di Kota Bandung pada Jumat (14/3/2025).

Dalam sambutannya, Farid menegaskan bahwa tugas penyuluh agama tidak hanya sebatas menyampaikan informasi keagamaan. Menurutnya, mereka juga dituntut untuk menjadi penasihat, psikolog, ahli ekonomi, dan bahkan praktisi hukum dalam menghadapi berbagai permasalahan yang ada di masyarakat. “Penyuluh tidak sekadar menyampaikan informasi keagamaan, tetapi juga dituntut menjadi penasihat, psikolog, ahli ekonomi, hingga praktisi hukum,” ungkap Farid.

Sebagai garda terdepan dalam melayani umat, penyuluh agama harus memiliki keterampilan komunikasi yang baik. Farid menyatakan bahwa kemampuan untuk berbicara kepada masyarakat dan memberikan pelayanan yang baik memerlukan ilmu khusus. “Bagaimana berbicara kepada orang, melayani dengan baik, itu ada ilmunya tersendiri. Jika tidak dipelajari secara khusus, kita hanya bisa memahaminya secara otodidak,” jelasnya.

Lebih lanjut, Farid menekankan pentingnya menjaga integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas sebagai penyuluh agama. Hal ini sangat penting karena masyarakat sering datang dengan berbagai persoalan yang membutuhkan solusi yang bijak dan tepat. “Masyarakat datang kepada kita dengan berbagai persoalan. Kalau kita tidak kuat iman, kita bisa justru menjadi bagian dari masalah itu,” kata Farid, mengingatkan penyuluh untuk tetap menjaga komitmen mereka terhadap prinsip-prinsip moral dan etika dalam menjalankan tugasnya.

Farid juga menyampaikan bahwa Kementerian Agama akan terus mendukung peningkatan kapasitas penyuluh agama melalui berbagai program pelatihan dan pembinaan. Menurutnya, keterampilan ini tidak hanya penting bagi para penyuluh, tetapi juga untuk kemaslahatan umat secara keseluruhan. “Kami memahami bahwa tugas penyuluh tidak mudah. Oleh karena itu, kita harus memastikan mereka memiliki bekal yang cukup dalam menjalankan peran strategis ini,” pungkas Farid.

Kegiatan yang dihadiri oleh ratusan penyuluh agama Islam se-Jawa Barat ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas layanan yang diberikan kepada masyarakat. Dengan adanya pembinaan dan pelatihan yang berkelanjutan, diharapkan para penyuluh agama dapat menjadi teladan yang baik dan memberikan kontribusi positif dalam memperkuat kehidupan beragama di Indonesia.

Leave a Comment

Related Post